Covid-19 Musibah atau Keberuntungan?

0
114

Penulis: John L Situmorang

Belakangan ini banyak kejadian yang menurut hemat saya NYATA tapi ANEH atas kejadian Covid-19 ini. Ada penolakan warga setempat bagi korban meninggal Covid-19 untuk dimakamkan di TPU sekitar warga setempat. Padahal yang seharusnya kita lakukan adalah berempati kepada keluarga korban karena mereka tidak pernah mengingkan menjadi korban Covid-19 bahkan mereka sendiri tidak dapat melihat kekasih hatinya untuk yang terakhir kali. Sangat menyedihkan, namun masyarakat menambah penderitaan keluarga korban.

Bahkan ada juga yang mengusir para pemedis yang telah berjuang sebagai garda terdepan mengatasi Covid-19 dari rumah kontrakannya dengan berbagai alasan. Bahkan ada juga yang mengunggat Presiden karena Covid-19. Ada juga masyarakat dimarahi karena mengadakan pesta syukuran, resepsi pernikahan, dll. Bahkan Kemenag RI sudah menghimbau agar menunda pernikahan sampai situasi aman dan terkendali.

Sisi lain

Badan Intelijen Negara( BIN) mempredisiksi bulan Juli nanti yang terkena Covid-19 sekitar 10 rb-an. Saya menjadi heran dengan BIN, kok bisa pula memprediksi yang terkena. Sementara Presiden cq Kemenkes dan BNPB sudah membuat aturan agar jaga jarak atau mencegah agar penyebaran Virus ini tidak meluas. Apakah Covid-19 Tupoksi BIN? Namun, apapun itu mari kita jadikan maswas diri agar tidak terjadi penyebaran virus ini. Stay at home & work from home.

Kemenhum akan membebaskan para tahanan Korupsi karena kuatir terkena Virus atau pencegahan penyebaran Virus. Pertanyaan Apakah setelah Virus teratasi maka para tahanan Korupsi dikembalikan lagi ke tahanan?

Maka sesuai judul diatas, Covid-19 musibah atau keberuntungan? Atau ada yang sengaja mencari untung dan atau harus diuntungkan?

Bagaimana tujuan hukum, fungsi hukum, dan alat-alatnya dalam situasi sekarang ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here