Moral Pemimpin Kunci Perubahan Labuhanbatu.

0
126

Oleh. Ahmad Fadhly.

Moral sama makna katanya dengan akhlak, etika, atau susila. Kata Moral merupakan istilah orang menyebut ke orang lainnya. Selain itu, kata Moral membentuk nilai positif terhadap tindakan yang dilakukan orang tersebut.

Celakah bila seseorang mendapat sebutan tidak memiliki moral yang berarti orang itu tidak memiliki nilai positif Dimata sekelompok orang lainnya dalam berbuat atau bertindak.

Fenomena kurangnya moral yang ditunjukkan pemimpin Labuhanbatu dalam mengayomi masyarakatnya dalam 4 tahun belakangan ini membuat Kabupaten penghasil sawit itu terkenal dan viral di seantero Nusantara.

Awal terkenal dan viralnya Labuhanbatu dimulai dengan tertangkap tangannya penguasa Kabupaten itu, H. Pangonal Harahap yang baru menjabat 2 tahun itu terkait korupsi. Sontak media cetak, media elektronik, dan media sosial menyoroti kasus tersebut.

Selanjutnya, saat akan menyambut peringatan dan perayaan hari kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019 ini kembali Kabupaten Labuhanbatu terkenal dan viral seantero Nusantara.

Kali ini penyebabnya, berkaitan dengan seleksi anggota paskibraka yang terkesan merugikan peserta lainnya di karenakan masukkannya putra pemimpin Labuhanbatu diduga tanpa prosedur.

Pada bulan yang sama juga beberapa hari setelah hebohnya seleksi anggota paskibraka, Labuhanbatu kembali dihebohkan dengan tertangkap tangannya petugas-petugas salah satu Peskesmas yang ada di labuhanbatu oleh pihak penegak hukum.

Parah memang, peristiwa yang membuat Labuhanbatu terkenal dan viral dikarenakan kurangnya moral yang dimiliki pemimpin nya. Kerakusan dan ambisi yang tak terkendali penyebab terkikisnya moral, dan akhlak para penguasa pemilik kesempatan berkuasa.

Perubahan Labuhanbatu kearah yang lebih baik diakhir masa periode pemilu sebelumnya yang dijanjikan sang penguasa saat ini jauh dari harapan. Bahkan, akibat peristiwa kurangnya moral penguasanya masyarakat dirugikan.

Sudah berjalan 2 tahun, pembangunan tertahan. Sampai saat ini pertengahan tahun 2019 belum ada tanda-tanda pelaksanaan pembangunan khususnya di wilayah Pantai Labuhanbatu.

Hasil Pemilihan Bupati yang lalu menjadi pelajaran bagi masyarakat Labuhanbatu. Ternyata, pendidikan yang tinggi tidak menjamin bisa membentuk moral dan akhlak pemimpin yang baik.

Keikhlasan memimpin sangat dibutuhkan untuk mencapai perubahan Labuhanbatu kearah yang lebih baik. Keoptimisan memperoleh Pemimpin memiliki moral yang baik harus diyakini oleh masyarakat pemilih Labuhanbatu. Tidak sedikit tokoh Labuhanbatu memiliki moral membangun, hanya tinggal kesempatan yang diberikan masyarakat pemilih pada tahun 2020 nanti yang bisa melahirkan itu.

(Penulis adalah Kordinator Liputan Zonadinamikanews Wilayah SUMUT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here