Tuah Keramat Makam Datuk Soleh

0
578

Oleh : Abdurrahman Sinaga

Makam keramat ini berada di perkebunan karet. Suasananya tenang dan hening. Kewingitannya terasa begitu kentara. Tentunya, makam ini merupakan tempat favorit saya untuk mencari berkah.

Makam Datuk Soleh ini berada di kawasan Perkebunan PT. Mara Jaya Batu Rata, Desa Ujung Rambe, Kecamatan Bangun Purba, Deli Serdang. Bangunannya sudah dilengkapi cungkup, sehingga membuat peziarah menjadi nyaman ketika disana.

Mengunjungi tempat ini sering saya lakukan, selain untuk menenangkan batin, jujur saya katakan, jika makam ini bukanlah makam sembarangan. Ada kekuatan gaib yang selalu membantu saya ketika usai menziarahi tempat ini. Dalam berziarah, saya membawa banyak perlengkapan.

Ada bunga datuk, minyak duyung, dupa, buah buahan. Selain mengirimi dengan doa-doa, saya juga merasa ingin menjamu para penunggu gaib yang berada di tempat itu.

Saya kesana selalu sendiri. Karena dengan begitu, saya merasa merdeka. Begitulah, hampir dua tahun sudah saya jadi tamu langganan di tempat ini.

Sang kakek penjaga makam, sudah paham betul tiap tiap kehadiran saya. Ia hanya menyarankan agar tauhid saya tidak bergeser. Dalam arti kata, jangan gara-gara makam ini kepercayaan saya pada Tuhan Yang Maha Esa bergesar. Tegasnya, jangan saya lebih percaya makam dari pada Tuhan.

Semua sarannya saya patuhi dan laksanakan. Bukan apa apa, saya sejatinya adalah Islam yang taat. Ayah saya juga seorang khatib Masjid. Namun karena tuntutan hidup yang kian komplek membuat saya melakukan apa saja agar tetap eksis di dunia ini.

Ya itu tadi, menjadi peziarah tetap pada tiap-tiap makam. Bagi saya, usai menziarahi makam, rezeki saya banyak. Walau tidak sampai kaya raya, namun ada saja pemasukannya.

Baiklah, makam Datuk Soleh ini merupakan tempat favorit saya. Saya sering kesana, malam Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon. Saya sampai kesana usai Adzan Isya berkumandang. Kala malam, suasana di makam ini sangat sunyi.

Kian tengah malam makin mencekam. Saat saat itulah, saya memanjatkan doa, mengirimkan doa pada gaib di tempat ini. Membakar dupa dan meletakkan sesajen. Dalam prosesi tirakat disitu sendiri, saya merasakan aneka macam sensasi. Tiba tiba saja, disekitar makam berubah jadi suasana riuh rendah. Ramai sekali, seperti pusat perbelanjaan saja tampaknya.

Ketika itu saya alami, saat itulah saya bercakap cakap dengan sesosok tua berjanggut putih. Dia selalu memberi wejangan pada.

“Apa kabarmu Rahman ? tampaknya kamu sangat suka mengunjungi tempat kami ini,” ujar sang kakek padaku.

“Saya kemari seolah mengunjungi tempat suadara sendiri,” jawab saya seadaanya.

“Hehehe, kamu bisa saja Rahman. Karena ada maksud dan tujuan yang sifatnya materi itu yang membuatmu sering kemari bukan ?” jawab sang Kakek setengah tertawa.

Mendengar jawaban sang kakek itu, saya hanya tersipu malu. Ia, sosok gaib ini memang begitu, selalu tembak langsung. Ia mengaku bernama kakek Panglima Kumbang. Ia merupakan danyang di tempat itu. Atau dengan kata lain, penunggu makam keramat Datuk Soleh.

“Benar yang kakek bilang, saya kemari untuk minta rezeki,” jawabku apa adanya.

“Tak apa apa, tak ada yang patut disalahkan disini Rahman” ujarnya.

Sesaat ia terdiam. Lama sekali.

“Rahman, ibaratnya kamu minta bantuan ke Presiden. Misalnya kamu minta beras, tentunya ia bukan sendiri langsung memanggul langsung berasnya ke kamu. Ia juga meminta bantuan ke stafnya untuk mangantarkan bantuannya itu kepadamu. Begitu juga kamu ke kami ini.

Memang semuanya atas izin Tuhan, tapi jalannya ya dari kami ini. Makhluk makhluk gaib, yag tak punya jasad. Ya, kalau kamu baik ke kami, kami juga baik ke kamu. Apalagi aku lihat, Rahman sering membawa sesajen kemari, ya kami senang sekali. Sebisa kami, akan membantu segala maksud dan tujuanmu,” terang Datuk Panglima kumbang dalam pertemuan saat itu.

“Yang penting kamu tetap di jalur agamamu,” katanya menambahkan.

Sosok Datuk Panglima Kumbang, selalu hadir pada saat ritual. Ia selalu menemaniku dalam kebisuan ketika merafal permintaan dan mempersembahkan aneka sesajen.

Ketika fajar menyingsing, barulah saya menghentikan kegiatan itu. Untuk selanjutnya saya tertidur pulas disamping makam hingga tengah hari keesokan harinya.

Begitulah saya lakukan terus menerus. Hingga bagi saya, mengunjungi makam keramat Datuk Soleh merupakan salah satu kegiatan favorit. Dari sekian banyak pengalaman ketika ngalap berkah dan tidur di makam itu ketika saya sering dibawa jalan-jalan oleh gaib si penunggu makam.

Oleh mereka, saya sering dibawa jalan-jalan ke negeri entah berantah. Seperti perkampungan yang nyaman sekali terasa. (***)

Penulis adalah wartawan zonadinamika.com SUMUT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here