Catatan Hati Drs. Nikson Nababan: Bandara Silangit Dan Universitas Negeri Adalah Mimpi Saya

0
898

“Setiap orang bisa memiliki mimpi yang ingin diraih dan diwujudkan dalam hidupnya. Mimpi membuat seseorang memiliki gairah dan semangat untuk mewujudkan mimpinya menjadi sebuah kenyataan. Sebuah mimpi untuk menjadi sebuah kenyataan membutuhkan pengorbanan, kerelaan dan keikhlasan, apalagi mimpi itu adalah sebuah hal yang besar”.

 

Siborongborong, merupakan kota kecil tempat kelahiran saya yang terletak di Kabupaten Tapanuli Utara, di kota kecil ini saya bertumbuh menjadi sesosok  yang memiliki mimpi besar. Keinginan untuk meraih gelar sarjana membuat saya harus meninggalkan kota kecil saya ini. Yogyakarta menjadi tempat tujuan saya untuk meraih pendidikan S1. Kota Yogya memberi saya banyak inspirasi, banyak angan-angan dan akhirnya menjadi sebuah mimpi yang terpendam sampai akhirnya saya harus bekerja di kota metropolitan Jakarta.

 

Jakarta dengan segala kenikmatannya tidak mampu menenggelamkan mimpi saya. Seiring berjalannya waktu, kembali saya menoreh asa untuk bisa melihat bahwa kota kecil saya yang indah mampu menggeliat dan memancarkan kemolekannya.

 

Kabupaten Tapanuli Utara memiliki panorama alam yang sangat indah, namun belum terpoles indah, memiliki tanah yang subur namun masih tertidur, memiliki penghuni yang cerdas namun belum terasah. Memiliki budaya yang unik namun belum membahana. Mengapa terabaikan ? mengapa terlupakan? Haruskah dibiarkan terlupakan ?

 

Pembangunan Bandara Silangit yang akan membuka akses langsung ke kota lain (domestic dan internasional) pada tahun         lalu membuat saya semakin optimis bahwa Tapanuli Utara akan mampu melepas predikat peta kemiskinan.

 

Kotaku tidak miskin, penghuninya tidak bodoh, tapi apa yang salah? Pergumulan di benak saya memberanikan saya untuk kembali kekota kelahirankan dan ingin mengabdikan diri disini dengan meninggalkan gemerlapnya kota metropolitan.

 

Pilkada 2014 menjadi jembatan bagi saya untuk masuk dalam lingkaran pengambil keputusan akan dibawa kemana daerah ini. Ajang pilkada ini ternyata mampu mendudukkan saya menjadi Pemimpin di daerah kecil ini. Inilah awal mimpi saya mencari wujudnya untuk menjadi sebuah kenyataan.

 

Tapi mampukah saya mewujudkan mimpi besar ini menjadi kenyataan sendiri? Mampukan saya memoles Tapanuli Utara menjadi kota yang molek dan mempesona tanpa bantuan banyak pihak? Tentu tidak. Setelah 3 bulan kepemimpinan saya di Tapanuli Utara, banyak hal membuat saya semakin bergairah mewujudkan mimpi saya.

 

Sentuhan akan pengembangan Bandara Silangit kembali menggeliat. Pengalihan pengembangan Bandara yang saat ini telah memiliki runway 2400 x 300 m ini  dari Perhubungan Ke pihak BUMN yang bergerak di bidang pelayanan jasa kebandarudaraan yakni PT. Angkasa Pura II menjadi titik terang bahwa Bandara Silangit menjadi Bandara Internasional Bukan hanya mimpi.

 

Kehadiran Direktur Keuangan PT. Angkasa Pura II, Dr. Laurencius Manurung, SE, MM di kota kecil saya ini mampu membuka mata dan hati semua orang bahwa mimpi itu akan menjadi kenyataan.

 

Kekuatan dan semangat saya semakin bertambah karena semakin banyak putra daerah ini yang merantau dan telah sukses mengecap pendidikan dan perekonomian yang lebih baik semakin peduli dan terbuka hatinya akan nasib Tapanuli Utara.

 

Salah satu putra daerah Tapanuli Utara Bapak Sukur Nababan yang saat ini menjadi Anggota DPR RI dan terpilih kembali pada posisi tersebut periode 2014-2019 merupakan salah satu sosok yang paling getol akan pengembangan Bandara Silangit menjadi bandara internasional. Bahkan syukur berjanji untuk tetap memperjuangkan pembangunan ini menjadi bandara Internasional.

 

Kekuatan demi kekuatan dikumpulkan, bukan hanya putra daerah Tapanuli Utara, dari Tobasa juga seperti TB. Silalahi dan masih banyak lagi putra/i terbaik Tapanuli yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu sangat getol memperjuangkan pembangunan bandara ini dari awal.

 

Titik terang mulai bersinar, dana investasi untuk pengembangan bandara silangit telah dialokasikan PT. Angkasa Pura II sebesar 400 Milyar. Pengembangan dimaksud mencakup perluasan bandara, pengembangan runway, pengembangan apron, fasilitas penunjang, pembangunan terminal, infrastruktur dan hotel bandara.

 

Mengapa pengembangan bandara Silangit menjadi bandara internasional menjadi sebuah jalan menuju masyarakat Tapanuli Utara yang sejahtera?

 

Bandara ini memiliki peranan penting dalam meningkatkan wisatawan dan perekonomian di kawasan Tapanuli karena akan muncul bisnis-bisnis baru yang dapat dikembangkan, seperti angkutan kargo, hotel bandara, sekolah penerbangan, rental kendaraan, restaurant dan yang lainnya.

 

Pergerakan wisatawan akan meningkat tajam dan lapangan kerja akan terbuka lebar dan sektor pertanian yang semakin cepat tercipta pemasaran langsung kemancanegara.

 

Tetapi cukupkah sampai disana? Tentu masih sangat banyak hal yang perlu dibenahi. Salah satunya pilar pendidikan. Dengan masuknya teknologi dan kemajuan kedaerah kita, tanpa diimbangi dengan pendidikan dan pengetahuan yang memadai maka kita akan tenggelam dan tergilas oleh kemajuan jaman.

 

Pelaku-pelaku bisnis, pendatang baru yang lebih potensial akan menguasai perekonomian kita apabila kita tidak memiliki kemampuan dan pendidikan yang mampu mengimbangi kemajuan tersebut. Kemauan tanpa kemampuan hasilnya akan nihil.

 

Pilar pendidikan menjadi factor utama penentu terwujud tidaknya mimpi ini. Kesempatan untuk maju dengan berbagai peluang bisnis yang cerah juga hanyalah sebuah mimpi tanpa dibarengi dengan kemampuan.

 

Seseorang akan mampu masuk lingkaran ini apabila memiliki keahlian dan ilmu yang menunjang. Pendidikan menjadi pintu gerbang menuju sukses. Jadi raihlah ilmu setinggi-tingginya untuk mampu menggenggam kesempatan untuk maju. Kita akan terpasung dalam kemiskinan apabila kita tidak mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan.

 

Pendidikan merupakan pilar yang akan membentuk seperti apa generasi kita di masa yang akan datang. Tetapi dengan menempuh pendidikan jauh kenegeri orang , tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

 

Hal ini akan menyurutkan keinginan masyarakat Taput yang ingin mengejar pendidikan yang notabene masih di bawah garis kemiskinan. Kenyataan ini membuka mata hati saya, Kabupaten Tapanuli Utara membutuhkan Universitas yang berkualitas namun biaya pendidikannya murah.

 

Tentu statusnya harus Universitas Negeri yang betul-betul hadir untuk mengangkat derajat daerah ini di bidang pendidikan tetapi seluruh lapisan masyarakat Tapanuli Utara mampu mengecap pendidikan di sana.

 

Kehadiran Bandara Silangit yang akan menjadi  bandara internasional yang akan mengangkat derajat dan perekonomian masyarakat Tapanuli Utara adalah mimpi besar yang indah yang akan segera terwujud.

 

Tetapi kehadiran Bandara ini akan memberikan dampak dan peranan yang luar biasa bagi masyarakat Taput bandara akan terus berkembang apabila didukung juga dengan tumbuh kembangnya sector pendidikan. Kenapa tidak, Tapanuli dan Tapanuli Utara kita bangun mimpi menjadi “Kota Pelajar III”  di Indonesia.

 

Saya selaku Pemimpin Tapanuli Utara saat ini tidak akan membiarkan kesempatan ini lepas begitu saja. Saya akan memperjuangkan kedua hal tersebut karena itu adalah mimpi besar saya sejak dulu, Tapanuli Utara memiliki Bandara Internasional, sekolah-sekolah unggulan dan Universitas Negeri dan akhirnya masyarakatnya memiliki kemampuan dan kecerdasan untuk menangkap peluang emas sebagai dampak kehadiran bandara ini.

 

 

(Catatan Hati Drs. Nikson Nababan Bupati Tapanuli Utara,Sumut)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here