Pemekaran Mapia Raya Membuka Pintu Penderitaan bagi Masyarakat Papua

0
655

Semarang.Zonadinamika. Penolakan Pemekaran Daerah Otonomi Baru Mapia Raya merupakan agen ekonomi politik Kolonial dan kapitalis yang melanjutkan cengkeraman dan eksploitasinya di teritori West Papua Indonesia bersama Negara-negara lain yang di seluruh dunia dengan nafsu eksploitasi akan menggeruk isi perut bumi Papua yang ada di wilayah Mapia.

Ini yang kita kenal bahwa cadangan terbesar yang ada di seluruh dunia ini karna kami Mahasiswa dan Masyarakat adat mapia menolak Pemekaran DOB Mapia Rakya dengan alasan masyarakat belum siap di segalah bidang Mereka mengulangi pola kompromi antinya, tanpa melibatkan orang Papua itu akan terjadi di Mapia, akan menjarah dan merampok hak kedaulatan ekonomi rakyat di wilayah Mapia
Tidak Mahaisiswa, Intelektual asal Mapia Senioritas asal Mapia termasuk Rakyat Papua
untuk tidak boleh diam dengan pemekaran DOB diseluruh wilayah Tanah Papua ini
Pemekaran DOB tidak ada mamfaat sama sekali bagi rakyat setempat dan Kita mengizinkan Pemekaran itu terjadi maka kita juga membiarkan dan memelihara induk kejahatan yang telah menyangkal dan menghancurkan hak-hak masyarakat adat dan hak sipil dan politik bangsa Pribumi Papua, Melahirkan penindasan diatas tanah Papua yang berjalan selama hampir setengah abad ini.

Melalui pemekaran itu Pemekaran itu sama dengan membiarkan Indonesia terus menduduki diatas tanah Papua dan meminta Tim pemekaran Mapia Raya itu hentikan rencana Pemekaran DOB Mapia Rakya kalian meminta pemekaran sama hal juga membawah pintu penderitaan bagi masyarakat Mapia.
DOB ditanah Papua adalah suatu hegemoni kapitalis global bukan untuk menguntungkan masyarakat malah membawa lonceng kematian bagi masyarakat Mapia maka dari itu kami Mahasiswa dan masyarakat Mapia meminta kepada Gubernur, MRP, DPRP, Bupati, Walikota, dan para pemimpin adat Papua untuk hentikan minta-minta Pemerkaran dan tidak menyetujui Pemekaran DOB Mapia raya.
Saatnya mari bersatu Pemuda, Mahasiswa, Tokoh Adat , Tokoh Agama, Gerakan Perempuan, dan Pemerintah Papua untuk melawan sistem kapitalisme global ini
dari setiap titik-titik untuk digerakan membangun kekuatan rakyat untuk melawan Sistem kekuasaan yang tidak menguntungkan dan mengahancurkan bagi masyarakat adat

 

 

Penulis : Musa Mudestus Boma
Aktivis Mahasiswa Universitas Cendrawasih dan Ketua Tim Penolokan Pemekaran Mapia Raya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here