Kaca Mata Kabupaten PALI……..!!!!!!! Bukan Kacamata Rabuuun

0
723

Dengan kemajuan Pembangunan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir(PALI) yang Sudah berjalan 2 tahun Lebih Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir(PALI) pisah dengan kabupaten Muara Enim,namun dibalik pesatnya perkembangan pembangunan diwilaya ini,terselip kacamata yang memantau” na dari sudut kacamata inilah PALI banyak terdapat kekeliruan,dari kekeliruan ini apa yang terjadi di Daerah Otonomi Baru(DOB) PALI ini,hanya cerita saja yang meraung,untuk pembuktiannya Hasilnya boleh dibilang Nol Besar.

Sampai sekarang saja untuk pasilitas pemerintah saja masih sewa atau Numpang disana sini, kalau dinilai sesuai dengan 2 tahun pali berjalan itu bisa dianggap bahwa pali tidak mampu untuk dipisahkan dikabupaten muara enim,berdasarkan Amanat Undang-Undan No 7 tahun 2013 tugas pejabat Bupati yang dilantik untuk memimpin Kabupaten PALI sebelum mekar Wilaya ini masuk kabupaten Muara Enim,untuk sekarang Kabupaten PALI tidak ada Kantor Bupati.

Sementara status Kantor Bupati sekarang ini itu semua masyarakat diwilaya PALI itu suda Tahu,bahwa kantor itu Kantor milik PT.MHP,berarti rentang waktu 2 tahun Pemerintah Kabupaten PALI masih belum memiliki Kantor,dan kantor dinas-dinas sama masih sewa-sewa terus, apaka ini yang dikatakan mampu dan berhasil……….? Itu hanya tuhanlah yang taU,sebab pali ini bisa dibilang “Kabupaten PALI sudah diujung Tanduk” dengan kata lain tinggal nunggu Campaknya saja” hati-hati………….!!!!!!! Dan janganlah kabupaten PALI itu semenjak dimekarkan dari kabupaten Muara enim terkesan sekali di Jadikan ajang “Merebut Kekuasaan” atau jadi ajang bagi-bagi Jabatan, sementara Pemekaran Kabupaten itu tujuannya mempelancar masyarakat untuk berurusan,agar lebih cepat………..!!!!! Inilah tujuan yang sebenarnya…….?

Kalau mengenai struktur Pemerintahan itu boleh dianggap sudah berjalan dengan maksimal,tapi apakah bisa lebih maksimal kalau Kantornya saja belum ada Niat untuk membangun,seperti membangun Kantor Pemdanya,sementara selama kurun waktu 2 tahun berjalan semestinya sudah ada kantor Pemdahnya, tidak lagi sewa/pinjam pakai dengan perusahaan, inilah kenyataan yang terjadi di PALI,jadi yang dibangun itu hanya sarana dan prasaran jalan dan jembatan,untuk membangun sarana ini,seharusnya belum sampai kesitu.

Dan hal ini sangat tidak sesuai dengan UU No 7 tahun 2013 tadi, nah sekarang tinggal nunggu hasil Pemilukada ini,jika ini berhasil PALI Lewat dari Ujian,namun begitu juga sebaliknya,jika ini tidak berhasil atau pemilukada dipali didesember 2015 yang akan datang kacau, dengan berat hati PALI akan kembali ke Kabupaten induk yaitu Kabupaten Muara Enim.,,,, jika ini benar-benar terjadi siapa yang mau disalahkan,,, itu tuhanlah yang bisa menghukum orang-orang tersebut.

Ditulis oleh Pintasan,SE