Eratkan Persaudaraan, Makam Panjaitan di Matio Diresmikan

0
140

Balige -ZonadinamikaNews.com. Dibutuhkan waktu 4.5 bulan yakni sejak 15 Mei hingga 30 September 2019 untuk menyelesaikan pembangunan Tugu dan Makam Silundu Nipahu Raja Sijorat Paraliman Panjaitan di Desa Matio, Kecamatan Balige.

Dimana latar belakang Tugu dan Makam itu dibangun yakni untuk mempererat kesatuan dan persatuan seluruh keturunan Silundu Nipahu Raja Sijorat Paraliman Panjaitan di seluruh Indonesia bahkan di berbagai belahan dunia.

Tugu dan Makam itu sendiri dibangun diatas lahan seluas kurang lebih 2 ribu meter persegi dengan biaya sebesar hampir 1 milyar rupiah.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Pembangunan makam, Jhonson Panjaitan didampingi para saudara seketurunan Silundu Nipahu Raja Sijorat Paraliman Panjaitan seperti Oscar, Dahali, Jintar, Brigjen Jhon Turman di lokasi peresmian itu pada Jumat (8/11/2019).

Disaksikan tulang (paman) marga Hutapea dari Laguboti dan Hula Hula Simorangkir dari Tarutung, para keturunan Silundu Nipahu Raja Sijorat Paraliman Panjaitan mengharap dengan dibangunnya Tugu dan Makam itu dapat semakin mempererat rasa persaudaraan diantara mereka.

Pesta yang dilaksanakan pada hari pertama itu, yakni Jumat (8/11/2019) tampak dihadiri 800 an orang yang semuanya merupakan keturunan Silundu Nipahu Raja Sijorat Paraliman Panjaitan.

Selain itu, panitia pesta juga dengan sengaja turut mengundang unsur pemerintahan setempat seperti Kepala Desa Matio serta para perangkatnya.

“Salah satu tujuan pembangunan ini, agar kelak para anak anak kami tetap bersatu untuk melakukan hal hal yang terbaik demi kemajuan keturunan Silundu Nipahu Raja Sijorat Paraliman Panjaitan dimanapun berada,” jelas Jhonson.

Terkait pesta makam itu, Kepala Desa Matio, Rabin Panjaitan mengaku turut merasa bangga. “Cukup lama kami menunggu makam leluhur kami dipugar. Sekaranglah saatnya,” sebut Rabin yang juga keturunan Silundu Nipahu Raja Sijorat Paraliman Panjaitan.

Rangkaian acara pada hari pertama itu yakni prosesi menggali tulang belulang leluhur yakni Mangisi boru Simorangkir dan suaminya Lundu Nipahu Panjaitan, dilanjutkan dengan memasukkan tulang belulang tersebut ke dalam Makam.

Usai itu, segenap keturunan Silundu Nipahu Raja Sijorat Paraliman Panjaitan melakukan rapat akbar yang disebut Martabat dan dilanjutkan dengan manortor sebagai pertanda awal dimulainya kegiatan peresmian yang disebut menaikkan Ogung Sabangunan.

“Acara puncak peresmian makam akan dilaksanakan besok, Sabtu dan pada saat itu segenap keturunan Silundu Nipahu sejumlah 2000 orang akan hadir. Juga Bupati Tobasa diperkirakan akan hadir sebagai undangan,” pungkas Jhonson mengakhiri. (JP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here