PLN Rayon Cikampek Denda Pada Pelanggan 534612297194 Sesuai Prosedur

0
549

KARAWANG-Zonadinamika.com. Menggenai surat panggilan oleh pihak PLN bernomor 0112/DIS.00.03/RYN-CKP/VIII/2016 tanggal 19 Agustus 2016 dan di tanda tangani oleh H.Nana Suryana,SE.MM selaku manager PLN Rayon Cikampek pada  pelanggan 534612297194 sudah sesuai dengan prosedur.

H.Nana Suryana,SE.MM kepada zonadinamika.com menjelaskan, tindakan pihak P2TL yang melakukan sidak pada pelanggan, bahwa sebelumnya sudah menjadi Target Operasi (TO) bahwa pemakain listrik oleh pelanggan tidak sesuai dengan daya 1.300.

Dan berdasarkan temuan P2TL, pelanggan melakukan pelanggaran seperti melakukan penyambungan langsung sebagaian dari SR tanpa melalui KWH meter, artinya ada pencurian atau los listrik, yang berdampak pada kerugian keuangan Negara, tegas Nana.

Adapun denda, kata Nana  bahwa pelanggan di wajibkan bayar denda Rp. 11.033.680. yang diberitahukan berdasarkan surat bernomor 0112/DIS.00.03/RYN-CKP/VIII/2016 tanggal 19 Agustus 2016 itu sudah benar, Cuma kami  sangat di sayangkan , pelanggan belum ada niat baik untuk datang ke kantor PLN guna menyelesaikan tunggakan tersebut.

“Adapun tudingan oleh pelanggan, bahwa pihak PLN melakukan jebakan pada pelanggan dan akhirnya harus menyelesaikan tagihan susulan adalah itu tidak benar,itu adalah temuan murni oleh PLN, bahwa pelanggan melakukan pencurian listrik.

Terlepas ada yang mengaku oknum PLN melakukan LOS meteran itu bukan urusan PLN, dan bila pelanggan tidak merasa melakukan pencurian, pelanggan bisa membuat laporan Polisi untuk melaporkan siapa orang yang mengotak-atik meteran tersebut” pesan Nana.

Seraya menambahkan,bahwa dirinya menyakini, yang melakukan los listrik itu bukan petugas PLN tapi mengaku-ngaku petugas PLN saja, dan ini mutlak kesalahan pelanggan kenapa percaya dan terlebih dahulu menanyakan identitas petugas yang mengaku dari PLN tersebut.

“Kami tidak mengejar yang ngontrak tapi pemilik kontrakan yaitu Hj.Yoyo Muhiroh B, dan bila pelanggan tidak mengindahkan panggilan PLN dengan terpaksa aliran listrik akan diputus sebelum pelanggan menyesaikan kewajiban dan denda sebagai yang di tentukan oleh pihak kami (PLN-red)” tegasnya.

“Petugas PLN di lindungi hukum untuk melakukan tindakan pada pelanggan yang melakukan pelanggaran, tidak semata-mata melakukan tindakan semaunya kami saja” terang Nana dengan nada santai.

Sesuai data rekavitulasi pemakaian yang di dapatkan zonadinamika.com dari pihak PLN, pelanggan pemilik daya 1.300 KWH, selama bulan maret pelanggan hanya membeli token Rp.60.000 dengan 3 kali beli, bulan April membeli token Rp.80.000 dengan 3 kali isi, bulan Mei, pelanggan hanya membeli token satu kali sebesar Rp.20.000, Bulan Juni Rp.20.000, Juli Rp.20.000, dan Agustus Rp.1.40.000.

Maka dengan data ketidakwajaran itulah pihak P2TL melakukan sidak, dan ternyata pelanggan melakukan pencurian listrik dengan cara menyambung langsung sebagian dari SR tanpa melalui KWH meter. Papar Nana. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here