Perayaan Dharma Shanti Nyepi Caka 1938

0
360

KUALA KAPUAS – Zonadinamika.com. Kehadiran Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat MM MT dalam Perayaan Dharma Shanti Nyepi Caka 1938 di Balai Adat Banjar Jaya Sari Desa Tirusan Kecamatan Bataguh disambut meriah oleh Masyarakat Bali yang tinggal ditempat tersebut, pada minggu (17/04) Siang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan, mewakili Kepala Dinas PU dan Dinas Kesahatan.

Bupati Kapuas meyapaikan pujiannya kepada masyarakat dan panitia karena dapat melakukan perayaan yang meriah tanpa bantuan dari Pemerintah oleh karena itu pada kesempatan tersebut Bupati Kapuas memberikan bantuan secara spontanitas yang diterima oleh Ketua Panitia sebagai perwakilan.

“Saat datang ketirusan, basarang dan temban catur saya merasa seperti berada di Bali tanpa harus pergi ke Bali” Ungkapnya. Ia juga berpesan untuk membina anak-anak dalam kegiatan kesenian tersebut untuk melestarikan budaya agar tidak dilupakan serta menyampaikan jika ada yang ingin diperbaiki maka tinggal buat proposal dan serahkan ke Kepala Desa karena setiap Desa mendapatkan dana bantuan satu miliyar untuk pembangunan Desa dan berpesan kepada anak-anak agar terus belajar, pantang menyerah, serta patuh kepada kedua orang tua.

Ketua Panitia I Wayan Dante mengenai pencarian dana untuk kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa selama 36 tahun belum pernah melakukan perayaan Hari Raya Nyepi ditempat tinggalnnya tersebut.

“Ini kali pertama kami masyarakat Tirusan bisa melakukan perayaan sendiri, setelah 14 hari melakukan rencana serta persiapan akhirnya Perayaan Dharma Shanti Nyepi dapat terlaksana sebatas kemampuan kami” ungkapnya serta ucapan terimaksihnya karena kesediaan Bapak Bupati Kapuas serta rombongan untuk berrhadir dalam perayaan tersebut.

Ketua PHDI Kabupaten Kapuas menyampaikan ucapan syukurnya karena dapat berkumpul dalam perayaan Dharma Shanti Nyepi Caka 1938 dengan tema ‘Kebersamaan Perekat Kesatuan’. Ia menyampaikan ada beberapa alasan perayaan ini baru dilaksanakan walaupun hari raya Nyepi sudah berlalu satu bulan.

“ tidak ada kata terlambat dalam pelaksanaan perayaan karena lebih baik melaksanakan dari pada tidak sama sekali” ungkapnya. Ia juga memberikan apresiasi serta penghargaan kepada seluruh panitia dan masyarakat yang sudah bekerja keras untuk melaksanakan pelaksanaan kegiatan tersebut serta menyampaikan tentang pentingnya kerukunan beragama. (Angga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here