Imigrasi Atambua Siap Hadapi MEA di Ultah ke 66.

0
759

Atambua – Zonadinamika.com, Merayakan Hari Ulang Tahun yang ke 66, Imigrasi kelas II Atambua tanggal 26 Januari 2016, pihak imigrasi diminta fokus pada 3 progam kegiatan yang disampaikan oleh Mentri Hukum dan Ham Republik Indonesia.

Salah satu Programnya yaitu Imigrasi Atambua siap Hadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) tahun 2016.

3 Program itu diantaranya; melakukan penguatan dibidang penegakan hukum keimigrasian, melakukan pelayanan prima tentang keimigrasian terhadap masyarakat dan pihak Imigrasi harus siap menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang dimulai pada tahun ini, dan bekerja sesuai dengan visi dan misi.

Menurut Kepala Imigrasi Atambua, Soeryo Tarto Kisdoyo, SH, MH mengatakan bahwa dalam peningkatan kinerja serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terjadi di wilayah keimigrasian Atambua, pihaknya telah melakukan berbagai pembenahan terkait kinerja, sarana prasarana yang sudah mengalami peningkatan.

Kemudian untuk pelanggaran yang terjadi seperti warga timor leste yang tertangkap tangan tidak memiliki pasport, maka pihak imigrasi mengadakan kerjasama dengan pihak konsulat di timor leste dalam hal pengurusan dokumen terkait beberapa warganya yang diberi sangsi deportase agar cepat dipulangkan.

“Dalam hal ini, pembaharuan ruangan, juga sudah kami tindak beberapa pelanggaran dengan memberi sangsi keimigrasian melalui deportase warga negara Timor Leste dari Negara Republik Indonesia,” Kata Soeryo di Ruang kerjanya, Selasa (26/1/16) Kepada Zonadinamika.com.

Selain itu, menurut Soeryo, pihaknya juga telah bekerjasama dengan pihak RDTL melalui konsulatnya terkait arus lalu lintas keluar masuk perbatasan yang meningkat sebab ada beberapa  proyek besar di timor leste oleh kontraktor dari indonesia sehingga saat ini berpengaruh terhadap lintasan yang ada di atambua.
Lanjutnya, ada juga pengembangan dari wilayah oekusi untuk Timor Leste menyebabkan adanya hilir mudik pelintasan yang dilakukan Warga Negara Timor Leste dari Dili ke Oekusi sehingga ada peningkatan di RI-RDTL.

Untuk Warga Negara Asing yang berada di Indonesia harus memiliki KITAS yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Atambua, hal ini juga berlaku di seluruh Indonesia,” Jelas Kepala Imigrasi.

Data Imigrasi menunjukkan terdapat berbagai pelanggaran yang terjadi selama 5 tahun sejak 2011 hingga 2015 terdapat 136 pelanggaran keimigrasian menurut Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2011, yakni pasal 75, 78, 113, 116, 199, 126, 130. Beberapa pasal ini adalah jenis pelanggaran yang terjadi di wilayah kerja kantor Imigrasi Kelas II atambua.

Sejak 2011 ada 36  jenis pelanggaran, 2012; 14 jenis, 2013; 51, 2014; 23 dan 2015; 12 pelanggaran. (Julian Feka).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here