Karena Tidak Diangkat Jadi PNS, SD ini di Segel Penjaga Sekolah

0
249

Padang Pariaman-Zonadinamikanews.com. Oknum honorer yang berkerja sebagai penjaga di SD N 05  Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman Prov Sumatera  Barat ( Sumbar) nekat menutup proses belajar mengajar alias  menutup sekolah sejak satu bulan yang lalu.

Konon Kabarnya menutupan sekolah tersebut lantaran penjaga sekolah tersebut memintah  diangkat jadi seorang PNS yang belum digublis.

Dengan penutupan sekolah, sebahagian siswa terpaksa harus menjalani proses belajar mengajar tidak bisa sekolah.

“Semejak ditutupnya sekolah itu tak satupun siswa — siswa atau guru–guru yang berani masuk kedalam sekolah karena kunci di pegang oleh oknum penjaga sekolah tersebut”

“Kami ini selalu di intimidasi oleh penjaga sekolah,sehinga kami datang ke sekolah diambang ketakutan” Ucapnya

Salah seorang Warga di sekitar sekolah yang enggan dipublikasikan namanya mengatakan, tindakan penjaga sungguh tindakan yang tak terpuji yang dilakukan oleh oknum  penjaga sekolah, kalau memang ada permasalahan searusnya di selesaikan dengan baik — baik, dan tidak searusnya menyegel sekoalah bagai manapun juga sekolah tersebut tempat anak– anak belajar ,Ucapnya

Terkait masalah penutupan / Penyegelan  Di SDN 05  Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman,  Ketua Komite sekolah Alimunir Kepada  awake media ini menjelaskan, “selumnya kami atas nama komite sekolah telah melakukan pedekatan.melalui rapat kordinasi antara Kepala sekolah pengawas dan komite.tapi penjaga sekolah itu minta persyaratan yang diluar aturan yang ada,.artinya kurang paham apa yg kita jelaskan kadang dia seolah –seolah ingin memaksakan kehendak tapi memang udah karakternya begitu.Ucapnya
Ketua komite SDN 05 Sungai Limau.

Bagian pengawasan pendidikan Kabupaten Padang Pariaman,Hendri Wilson Spd,mengatakan, bahwa hasil
Rapat 25 agustus 2020 yang dihadiri oleh 3 orang guru dan penjaga sekolah, hasil:
1.Yuliasman berpegang dengan surat Kadis, Kadis yang kalah itu di jabat oleh  Mulyadi, dimana Kadis secara tertulis untuk memindahkan penjaga sekolah PNS.

2.Yuliasman memahami situasi dan siap menunggu selesai pilkada, berhubung situasi yang tidak memungkinkan, dan siap menunggu sampai situasi memungkinkan.

Setelah surat dibuatkan dan ditandatangani oleh kepsek dan diketahui oleh PS, kembali Yuliasman tidak konsisten dengan hasil itu.

“Ternyata yuliasman tidak sabar, terjadi lagi gejolak, diselesaikan dengan menghadirkan guru, kepsek, ketua komite dan PS untuk membuat kesepakatan Yuliasman bersedia menunggu dengan batas sesuai yang di tulis dari kepsek

(Zul Nazri Tanjung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here