Air Danau Toba Diduga Sudah Terkontaminasi Virus “HC”

0
504

Balige (Tobasa)-ZonadinamikaNews.com
Mewabahnya virus HOG CHOLERA atau “HC” yang menjangkiti ternak BABI (B2) piaraan warga, saat ini mungkin sudah masuk kategori tahap mengkhawatirkan.

Bahkan, akibat mewabahnya virus “HC” yang mematikan ternak B2 itu, aparat Pemerintah Tobasa dengan berbagai upaya maksimal melalui Dinas Peternakan dan Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) telah pula berusaha dengan berbagai cara dalam mencegah penyebarannya.

Himbauan demi himbauan disebarkan, baik melalui Media sosial dan secara tertulis ke instansi resmi bahkan ke lembaga gereja dalam upaya mencegah penyebarannya.

Namun sangat disayangkan. Saat pemerintah Kabupaten Toba Samosir berupaya mencegah penyebarannya, ternyata ada saja warga yang membuang ternak B2 yang mati diduga terkena virus HC di sembarang tempat.

Seperti temuan para awak media dan warga pada sore Jumat (8/11/2019) di aliran Sungai kecil “AEK ALIAN” yang mengalir diantara Kelurahan Balige 1 dengan Kelurahan Napitupulu Bagasan dan yang menuju Danau Toba, Kecamatan Balige.

Disaksikan para warga yanb meluntas, tampak seekor bangkai Babi berwarna Putih bersih dengan perkiraan berat 150 kg mengambang bergerak menyusuri aliran Aek Alian itu menuju muara Danau Toba yang hanya berjarak sekitar 200 meter.

Sontak, para awak media yang berada di lokasi saat itu segera menghubungi Camat setempat, Pantun Pardede.

Tak lama berselang, Camat Balige tiba dan langsung tampak menghubungi pihak pihak tertentu dan memberitahu perihal temuan bangkai Babi yang mengambang tersebut.

“Sangat miris, koq teganya warga membuang bangkai itu di aliran sungai?” seru Camat kepada para awak media.

“Padahal, kita sudah sering sosialisasikan upaya pencegahan penyebaran penyakit ternak babi ke masyarakat. Bila mati, maka dikuburkan, jangan buang ke sungai atau sembarang tempat,” keluhnya.

Terpisah, A Marpaung, yang kebetulan lewat di lokasi menyebut bahwa sepengetahuannya, bangkai Babi juga sudah banyak mengambang di pinggiran Danau Toba di sekitar pantai wisata Lumban Binanga, Laguboti.

“Saya rasa, air danau Toba sudah tercemar virus “HC” yang menyebabkan matinya ternak Babi para warga,” sebutnya. (JP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here