Tanaman Jagung Milik Ibu Janda Ini Habis Dilalap Ternak Milik Sang Kades?

0
224

Silaen – ZonadinamikaNews.com.Sungguh malang nasib yang dialami para petani jagung, ubi maupun jahe di wilayah pertanian Desa Pintu Batu, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir.

Betapa tidak, seperti yang baru dialami seorang ibu janda tua beranak tiga Gusniat boru Panjaitan warga Desa Lumban Dolok yang menggantungkan hidupnya dan anak anaknya bisa bertahan dari hasil bertani di lokasi yang tidak sebeberapa luas di wilayah Desa Pintu Batu Kecamatan Silaen.

Jumat pagi, (4/10/2019), dirinya mengaku lemas dan hampir pingsan melihat tanaman jagung miliknya diduga dirusak dan dilalap ratusan ekor ternak lembu yang diduga milik Kepala Desa setempat, E Panjaitan saat malam hari.

Gusniat kepada media mengaku bahwa kejadian serupa bukan ini saja terjadi namun sudah berulang ulang, bahkan kebun beberapa petani lainnya juga sudah mengalami hal serupa.

Diterangkannya bahwa ratusan ternak lembu milik Kepala Desa itu memang dipelihara di lokasi yang berdampingan persis dengan areal pertanian warga dan dipagar seadanya. “Namun bila senja, diduga penjaga kawanan ternak sengaja membuka pagar dan membiarkan ternak berkeliaran di areal pertanian,” ujar Gusniat.

“Biasanya, penjaga itu akan kembali ke lokasi pada subuh hari mungkin untuk memasukkan kembali kawanan ternak lembu ke lokasi yang berpagar, dengan kesan bahwa lemu itu tidak berkeliaran pada malam. Kalau begini bagaimana kami bisa hidup? Pak Polisi tolong beri keadilan pada kami” pintanya.

“Bahkan, beberapa warga petani, karena begitu khawatir sampai nekad menginap di lahan pertaniannya hanya untuk menjaga agar kawanan ternak itu jangan sampai berkeliaran di kebunnya masing masing,” sebut Gusniat terlihat sangat kesal.

Hal ini, aku Gusniat, sebenarnya sudah beberapa kali dilaporkannya langsung kepada Kepala Desa, E Panjaitan, namun selalu dijawab: “nanti akan kita bicarakan,”. “Sayang saya hanya seorang ibu janda yang sudah tua yang tidak mungkin mampu membuat rekaman videonya,” lirihnya sambil meneteskan air mata.

“Bukan itu saja, tanaman jahe dan ubi milik beberapa warga juga pernah dirusak dan daunnya habis dilalap diduga oleh ternak lembu milik sang kades,” ujar warga lain yang segan namanya dituliskan dengan sedikit amarah.

Terkait hal itu, A Sihombing, salah seorang pemerhati sosial di Tobasa sangat menyayangkan sikap pemilik ternak lembu sebab terkesan tidak memiliki empati terhadap kerugian yang dialami para petani terlebih ibu Gusniat yang sudah renta yang menggantungkan hidupnya dan anak anaknya dari hasil bertani.

“Pernah, memang beberapa tahun yang lalu saya pernah mendapat aduan warga bahwa kebunnya diduga sudah dirusak ternak lembu milik sang kades. Lalu waktu itu saya menjumpainya dan dia (kepala desa) berjanji akan menjaga ternaknya agar tidak merusak tanaman milik warga lagi,” sebut A Sihombing.

Terkait dugaan pengrusakan yang dilakukan oleh ternak milik kepala desa, demi perimbangan berita, awak media mencoba klarifikasi dengan menghubungi E Panjaitan, kepala desa dengan nomor ponsel 0813xxx20, namun tidak tersambung.

Awak media lalu menghubungi Camat Silaen, Ibu Sedi Lumbanraja, lalu beliau menyarankan agar media mencoba menghubungi Sekretaris Desa, J Panjaitan dan lalu memberikan nomor ponselnya, 0821xxx56.

“Heran saya, masalah begini saja tidak bisa diselesaikan di desa, kan ada BPD disana atau penatua adat. Hal beginian tidak perlu sampai ke kecamatan. Hubungi sekretarisnya saja, saya kasi nomornya ia?” pungkas ibu camat.

Namun, ketika awak media menerima nomor sekretaris desa yang diberikan ibu camat tersebut lalu menghubunginya,namun lagi-lagi tak bisa juga tersambung. ( JP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here