Jakarta-ZonadinamikaNews.com.Dugaan cabul terhadap anak didik atau siswi sekolah dasar kini masih momok yang sangat mengkhawatirkan pada sejumlah orang tua siswa, kali ini oknum pendidik di sebuah yayasan islam di penjaringan lagi-lagi lepas kontrol dan tidak bisa menjaga dori dan nekat melakukan pelecehan seksual pada seorang siswi kelas 5 Sekolah Dasar.

Perbuatan bejat ini diduga kerap dilakukan oleh Dju pada siswi inisial SA sejak duduk di kelas 4 dan kini baru duduk di kelas 5 SD. Sebuah yayasan Islam yang beralamat di daerah penjagalan jakarta utara.

Menurut pengakuan Yanhti orang tua korban “Selama ini anak saya sering minta pindah sekolah dengan alasan benci pada seorang guru, dan saya pikir anak saya yang bandel, menjawab keluhan anak saya tidak begitu saya tanggapin serius, bahkan saya selalu bilang, jangan jangan kamu yang bandel. Terakhir ini akhirnya terungkap, bahwa anak saya selama kelas 4 SD, sering merasakan tidak terimah karena kelakuan seorang oknum guru olahraga inisial DJu dan kerap melecehkan anak saya”

Masih menurut Yanthi, anak saya cerita bahwa alat vitalnya sering dipengang, dan buah dada di remas-remas.mendegar pengakuan anak saya, saya mencoba menemui oknum guru tersebut, saking kesalnya saat saya liat dia masuk WC, saya ikuti masuk lalu saya tampar dia tanpa saya tanya, saat saya tamparin dia mengakuin perbuatanya pada anak saya. Setelah itu saya tinggal dan berusaha datang ke rumah saya untuk maksud minta maaf tapi tidak saya terima” terang Yanhti pada wartawan.

Dju oknum guru ketika di konfirmasi atas tuduhan tersebut dirinya tidak membatah dan mengakui atas perbuatanya seraya mengaku menyesal.

“Ya saya akui saya salah, memang saya sering merasa buah dada dan kelamin anak itu, kemarin juga ibunya nyamparin saya, tanpa basa basi langsung tamparin saya, saya berusaha minta maaf, tapi iby Yanhti belum bisa terima maaf saya, dan masalah ini sudah di tangani oleh kepala sekolah” kata Dju.

Subkri Kepala sekolah dibawah naungan yayasan islam tersebut pada wartawan juga membenarkan kejadian yang memalukan dunia pendidikan dan mencoreng nama yayasan tersebut, bahkan pada dirinya oknum guru berinisial Dju tersebut mengakui semua perbuatanya, bahkan Dju saat ini sudah mengajukan pengunduran diri sebagai guru di yayasan.

“Ya betul dan Dju juga pada saya mengakui atas perbuatanya, kami atas nama yayasan juga sangat menyesalkan perbuatan itu, kami berharap agar masalah ini segerah selesai dengan baik. Dju juga sudah mengajukan mundur jadi guru dari yayasan” jawab Subki.

Kini dugaan cabul tersebut telah di laporkan oleh Yanhti ortu korban ke polres Jakarta Utara dengan nomo Lapaoran polisi: PLB/602/K/VII/2019/PMJ/RESJU.tertangga 17 Juni 2019 terlapor atas nama Dju di tuduhkan telah melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur dan melanggar UU 82 UURI no.35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.( santo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here