Agam sumbar zonadinamika com.Peristiwa memilukan yang dialami korban anak usia 4 tahun bernama Ahmad Mufadel Afif, meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tebing setinggi 5 meter yang ada di dekat rumahnya ‘minggu ,27 mei 2018 sekitar pukul 11.30 WIB.
Hujan lebat yang terjadi di sebagian wilayah di Sumatera Barat, sejak Sabtu (26/5/2018) pagi hingga malam, mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam, yaitu di Baso, Sungai Puar dan Tanjung Mutiara.

Bahkan di Baso, tepatnya di kawasan Kasiak, Jorong Baruah, Nagari Padang Tarok, seorang anak berusia 4 tahun bernama Ahmad Mufadel Afif, meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tebing setinggi 5 meter yang ada di dekat rumahnya sekitar pukul 11.30 WIB.

ZEFRI orang tua korban ‘ senen tangga 18/ 2 -2019 kira pukul 10-00 wib “mengatakan, kepada awak media ini” anak saya terimbun longsor saat bermain di dekat nenek korban “yang sedang mengambil pasir Lokasi’ pengambilan pasir dengan tempat korban bermain berrjarak lebih kurang 5 meter.pada tanggal.27 mei 2018 kira-kira pukul 11-30 wib.namun ironisnya sampai detik ini belum ada batuan dari intasi terkait “yang ada cuma batuan dari pak camat””Rp 100.000 (.seratus ribu rupiah) di berikan di waktu pas di waktu anak saya meniggal”

Di tambahkanya lagi’ di waktu pas anak saya masih terbujur kaku,sepat istri wali jorong setempat ( mini) ,memintak fto kopy ktp serta fto kopy kk sama saya “lalu saya memberikanya ke esokan harinya.

Sementra itu penuturan dinas sosial kabupaten agam KURNIAWAN SYAH PUTRA S.SOS,Ma.senin 18/2-2019 kira pukul 10-00 wib diruang kerjanya batuan berupa uang buat keluarga korban ngak ada dari dinas sosial semejak tahun 2014, kalau di BAS mukin ada,,ujarnya.

Sementara itu, Surya Wandri camat Setempat sahat di kofirmasi mengatakan kepada awak media ini,,
Melaluai washapp pribadinya mengatakan, Baik pak Mohon izin, Peristiwa ini adalah murni musibah ,Dan kami telah berusaha seadanya memberikan pertolongan, dan menyangkut bantuan perlu di jelaskan, yang diberikan camat bukanlah bantuan secara kedinasan, seraya menguncapkan rasa turut berduka cita.

Untuk di ketahui, Secara umum lokasi longsor dan tertinbunnya alm jauh dari rumah orang tua yang bersangkutan, Dan tidak ada kaitannya dengan gangguan penghasilan orang tua. Disamping itu bantuan yg diberikan nagari kepada keluarga dengan berbagai program selalu ada.

Pihak BPBD Agam memang tidak ada santunan akibat dari peristiwa seperti ini dan untuk lebih jelasnya bentuk bantuan yang diberikan oleh pemerintan nagari mohon di hubungi langsung Walinagari atau sekretaris nagari padang tarok tutur camat.

Menjadi pertanyaan bagi keluarga korban entah apa yang terjadi sebab pada tanggal 18/2-2019 kira pukul 20-30 wib dengan secara tiba-tiba prakap nagari memberikan uang Rp 500.000 ( lima ratus ribu rupiah) kepada orang tua korban,, tutur orang tua korban (zaherman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here