Kinerja Kepala Desa Kampung Sawah Dinilai “ Buruk “

0
563

KARAWANG-Zonadinamika.com. Hampir setahun pekerjaan pembangunan kantor kepala desa Kampung sawah Kecamatan Jayakerta digarap secara swakelola pada awal september tahun 2016,namun sampai saat ini  tak kunjung selesai alias mangkrak.Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) telah menggelontorkan anggaran kepada Pemerintah Desa Kampung sawah Sebesar Rp.400 Juta.

Ironisnya,menurut informasi Warga dusun Karajan  pelaksanaan pembangunan kantor desa tersebut tidak memberdayakan masyarakat setempat.Kepala Desa yang bernama Adi itu lebih mempercayakan pada pihak ketiga atau pemborong dalam pelaksanaan pembangunannya.

Kinerja kepala desa yang baru menjabat 2 tahun tersebut,dinilai Buruk oleh warganya sendiri.kepala desa dianggap kurang transfaran dalam pengelolaan keuangan bantuan pemerintah.Selain itu kepala desa juga kurang begitu aktif dalam melaksanakan tugasnya,”Mau bagaimana melaksanakan tugas dengan baik kalau tidak ada keterbukaan,kurang pemberdayaaan dan bekerja semau dirinya.” Tuturnya kepada zonadinamika.com dan minta namanya dirahasiakan,Sabtu (27/5).

Menanggapi hal tersersebut, Atin Sutisna selaku aktifis pemerhati Kebijakan Pemerintah wilayah Kabupaten karawang.sangat menyayangkan Kinerja kepala desa seperti itu,jangan hanya ingin jadi pemimpin saja kalau belum bisa bertanggung jawab.Jangan juga mengharapkan bantuan-bantuan dari pemerintah,ketika sudah terrealisasi pelaksanaannya tidak sesuai Pengajuan dan RAB.

“ Pertanyaannya apakah, pembangunan Kantor desa Kampung sawah  sudah sesuai  dengan RAB atau tidak ?,” Ucapnya.

Faktanya,masih kata Atin.Dinding kantor menggunakan batu herbel,tanah arugannya menggunakan tanah bantaran Citarum,lantainya memakai keramik Ikatan.Jika ada perubahan matrial harusnya dibuatkan Berita acaranya.”Apakah matrial yang seperti itu sudah sesuai dengan RAB.”Tegasnya.

Dari hasil investigasi zonadinamika.com seminggu yang lalu,bahwa pembangunan kantor Desa Kampungsawah Kecamatan Jayakerta,menggunakan batu Herbel (bata putih) dan di urug dengan menggunakan dugaan memakai tanah bantaran kalicitarum dan keramik pun menggunakan keramik ikatan,yang lebih ironisnya lagi bangunan tersebut sudah pada retak-retak. hingga berita ini sampai ke pembaca, Kepala Desa kampung sawah belum bisa di konfirmasi di temui ke rumahnya beberapa kali selalu tidak ada. (Haris/wasim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here