“Penangkapan dan Penahanan KH. Muhammad Al Khattat”

0
347

JAKARTA-Zonadinamika.com.    Salah satu pilar dari berdiri kokohnya NKRI adalah menjadi Negara ini sebagai Negara Hukum yang Berkeadilan. Ini jelas sekali ter maktub dalam Pembukaan UUD 1945 maupun Batang Tubuhnya.

Arti dari Negara Hukum yang Berkeadilan adalah menjadi Hukum sebagai Panglima, bukan kekuasaan sebagai Panglima dan menegakkan Hukum dengan adil adalah ditegakkan bukan hanya ditujukan kepada kelompok tertentu saja atau hanya terhadap Ummat Islam atau Tokoh Islam saja dan bukan digunakan untuk melemahkan atau mencari- cari kesalahan dari Ummat Islam semata.

Kasus penangkapan dan penahanan terhadap KH. MUHAMMAD AL KHATTAT selaku Pimpinan Aksi 313 sekaligus Sekjen FUI  dengan tuduhan Makar adalah merupakan bentuk dari penggunaan Hukum sebagai Instrumen Of Power yang sama sekali tidak berkeadilan.

Tuduhan ini jelas mengada – ada dan merupakan bentuk Kezholiman terhadap Ulama.Baik secara Substantif maupun secara Formal, Aksi 313 merupakan Hak Warga Negara yang dijamin oleh konstitusi dan Undangan – Undangan di negara ini.

Aksi 313 bukan merupakan Upaya- Upaya Permufakatan untuk melakukan Makar dan tidak terkait dengan pelanggaran Undangan – Undangan apapun. Justru Aksi 313 adalah untuk meminta agar Pemerintah menegakkan Hukum terhadap terdakwa Kasus Penistaan Agama.

Aksi 313 adalah untuk meminta agar Pejabat Publik di negara ini patuh terhadap Hukum dan terikat pada Hukum, bukan berada diatas Hukum. Aksi 313 adalah untuk meminta agar seorang terdakwa tidak menjabat sebagai pejabat Publik karena tidak dibenarkan menurut Hukum yang berlaku di Republik ini yaitu Undang -Undang tentang Pemerintahan  Daerah.(BS)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here