NTB-ZonadinamikaNews.com. Dosen Universitas Muhammadi yah (UMM) Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) Mardiah.S.Sos.M.Si me nyatakan, Pemimpin yang amanah itu langka.

Demikian dikatakan Mardiah di sela-sela kesibukan ditemui wartawan dikampus UMM (16/2)

Dosen UMM yang ber wajah cantik ini menjelas kan,Pemimpin harus me miliki kemampuan mane jerial yang baik dan benar, skill serta cerdas, jujur dalam memimpin dan tidak otoriter.

Pemimpin harus menjadi motivator,kepada apa yan g dipimpinnya.

Termasuk memilih orang yang akan membantu dala m tugasnya.

Diantaranya memiliki se mangat perubahan.

Harus transparan dan de mokratis.

Tidak menabrak Undang- Undang dan peraturan yang berlaku.

Bahwa untuk mencapai maksud dan tujuan terse but, lanjut dosen senior ini, pemimpin harus iman dan Taqwa (Imtaq) kepada Allah swt,Tuhan Yang Maha Kuasa agar tidak bertempat tinggal di lem baga pemasyarakatan.

Jika pemimpin tidak ber hati hati dalam memimpin, tentu akan sengsara di ak hirat.

Apabila pemimpin tidak bisa mempertanggung jawabkan apa yang dipimpinnya.

Pemimpin atau pejabat harus berjiwa luhur,kata perempuan yang santun ini.

Pemimpin yang kita harap kan lanjut Mardiah, adalah pemimpin yang haus gol, haus keberhasilan.

Jangan pemimpin yang bermental kondektur.

Kalau itu yang terjadi mak a pemimpin tersebut keti nggalan kereta alias gagal karena disinilah nilai ama nah itu.

Pemimpin yang amanah dijamin masuk surga .

Dia dibangunkan rumah nya diakhirat nanti dengan cahaya dan diharamkan baginya masuk neraka Karena apa? kata Mardiah dengan nada tanya.

Apa bila pemimpin melaku kan kesalahan maka nanti yang akan menjadi jaksa atau penuntut umum di akhirat adalah semua rak yat yang dipimpinnya.

Bayangkan saja lanjut perempuan yang santun itu, kalau satu jaksa saja kita tidak akan mampu menghadapinya,apalagi semua rakyat yang dipimp innya yang menjadi penun tut umum diakhirat kelak.

Sementara pembelanya atau pengacaranya kata Dia tidak ada disana se lain dari perbuatannya yang dikenal dengan sebutan amal ibadahnya yang bisa membela dia.

Dimana-mana pemimpin banyak yang bermasalah, sehingga yang terjadi adal ah berbagai penyimpang an yang bermunculan ujung-ujungnya masuk penjara dan akhirnya menj adi warga binaan lembaga pemasyarakatan.

Padahal sesungguhnya pemerintah sangat kon sen melakukan pembera ntasan korupsi.

Kita harus berani ber kata jujur bahwa dengan begitu gencarnya penegakan hukum dilakukan KPK, jaksa dan Kepolisian dala m menjalankan tugasnya dengan baik dan profesio nal.

Tetapi masih ada saja pejabat yang berani main api dengan melakukan tin dak pidana korupsi.

Oleh sebab itu kata pere mpuan penduduk kota Mataram ini agar para pejabat berhati- hati dan dapat menahan diri untuk tidak melakukan perbua tan tercela.

Seharusnya pada kesem patan menjadi pemimpin itulah dijadikan sebagai sarana ibadah karena men jadi pemimpin adalah ama nah.

Jangan sarana untuk memperkaya diri sendiri atau golongan.

Allah swt telah menjanji kan kata perempuan yang rendah hati itu, bahwa untuk pemimpin yang amanah akan di bangun kan rumah dengan cahaya di surga.

Tetapi kenyataannya seka rang banyak pemimpin memilih penjara sebagai rumahnya tegas Mardiah.(Taqwa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here