Wabup Tutup Pemilihan Duta Baca Kapuas, Minat Baca Masih Rendah

0
586

KUALA KAPUAS – Zonadinamika.com- Wakil Bupati Kapuas Ir H Muhajirin MP menghadiri Acara Grand Final Pemilihan Duta Baca Kabupaten Kapuas dan menutup secara resmi kegiatan tersebut, Rabu (27/7) Malam kemarin.

Acara yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Gandang Garantung itu dihadiri oleh perwakilan dari Ketua DPRD Kabupaten Kapuas, Perwakilan dari Kapolres Kapuas, Kepala Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Kapuas Dra Hj Nor Apiati Muhajirin, Kepala SKPD, Perwakilan dari Bank BRI Cabang Kapuas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Organisasi Kewanitaan dan para undangan.

Rangkaian pemilihan Duta Baca yang berlangsung hampir dua bulan ini bertindak selaku Ketua Dewan Juri adalah Dr Suwarno Muriyat SAg MPd yang sehari-harinya adalah Kabag Humas dan Protokol Setda Kapuas didampingi Sri Rahayu SPd Praktisi Pendidikan serta Ny Jendrawan pemilik Salon Kecantikan di Kuala Kapuas.

Acara berlangsung dengan meriah dimana dari 27 Finalias yang masuk dalam babak grand final tersisih menjadi 10 Finalis Duta Baca Muda dan Duta Baca Madya untuk menunjukkan kebolehan dan kepintarannya dalam menjawab pertanyaan baik dari Kepala KPAD, Dewan Juri maupun dari teman-teman finalis.

Adapun hasil dari penyisihan dalam Grand Final Pemilihan Duta Baca Kabupaten Kapuas tersebut yaitu untuk Kategori Duta Baca Muda dimana Wakil Satu Duta Baca ditempati oleh Alfain Barasila, Wakil Dua ditempati oleh Aulia Rahmalisa dan Hadi Wahyudi menempati Wakil Tiga Duta Baca Kabupaten Kapuas.

Kategori Duta Madya, Wakil Satu diraih oleh M Najibuddin Anshary, Wakil Dua Duta Baca Noval Pratama dan Wakil Tiga Duta Baca ditempati oleh Nur Aulia. Kemudian untuk Duta Persahabatan diraih oleh Hidayat, Duta Intelegent Yehezki Anderson dan Duta Baca Berbakat Afrienti.

Bupati Kapuas dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kapuas mengatakan berdasarkan laporan Bank Dunia Nomor 16369-IND dan studi IEA (International Association For The Education Achievement) di Asia Timur mengemukakan bahwa Indonesia menduduki peringkat terendah membaca.

Selain itu, ia mengungkapkan, berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2012, sebanyak 91,68 persen penduduk yang berusia 10 tahun ke atas lebih menyukai menonton televisi dan hanya sekitar 17,66 persen yang menyukai membaca surat kabar.

“Rendahnya kegemaran membaca dapat disebabkan oleh beragam aspek antara lain fakta bahwasanya masyarakat Indonesia pada dasarnya merupakan masyarakat berbudaya tutur, dimana bentuk pertukaran informasi masih secara lisan. Seperti dapat kita lihat di kedai kopi, stasiun, bandara atau area publik lainnya, kita lebih sering melihat orang mengobrol, main hp atau melamun daripada membaca,” ungkapnya.

Untuk itu, ia berharap pemilihan duta baca tersebut bisa menjadi ikon perpustakaan untuk menjadi daya tarik masyarakat sehingga mampu meningkatkan minat dan budaya baca serta memperkuat kegiatan perpustakaan dalam mengkampanyekan Gerakan Gemar Membaca.

Ditempat yang sama, Kepala KPAD dalam sambutannya menyampaikan, Kegiatan Pemilihan Duta Baca Kabupaten Kapuas Tahun 2016 merupakan rangkaian dari kegiatan Kapuas Gemar Membaca Tahun 2016 sampai dengan 2019 sekaligus sebagai salah satu kegiatan dari KPAD Kapuas yaitu Program Perpustakaan BAJENTA (membaca merupakan jendela untuk menggapai cita-cita) menuju Indonesia Gemar Membaca 2019.

Untuk itu, ia berharap melalui kegiatan Pemilihan Duta Baca yang baru pertama kali diadakan oleh KPAD Kabupaten Kapuas dapat menggerakan kegemaran membaca pada masyarakat Kabupaten Kapuas serta menghimpun anak-anak dan remaja untuk berkegiatan dengan hal-hal yang positif.(angga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here