Saat Pencairan Dana BOS, Oknum UPT Pendidikan Minta Bagian.

0
744

Lebak Banten ,Zonadinamika.com.Dunia pendidikan selalu tercoreng oleh ulah oknum pendidik, rawanya pungli di setiap sekolah dengan dalil macam untuk mengeruk uang orang tua siswa. Kini anggaran pemerintah untuk setiap siswa juga menjadi incaran para oknum bermental korup.

Kini giliran Pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, santer di buntuti oleh oknum, dengan maksud ingin menikmati , maka indikasi pungut memungut alah oknum Kepala Unit Pelayanan Teknis (KUPT) setempat.

Pasalnya, Setiap sekolah diminta menyerahkan uang sebesar Rp 1.500 per siswa melalui staf di lingkungan UPT dengan dalih sebagai dana partisipasi.

“Betul, setiap dana BOS cair sekolah selalu menyerahkan uang kepada UPT sebesar Rp 1.500 per siswa. Uang itu sebagai bentuk partisipasi. Biasannya, orang yang mengumpulakan uang dari setiap sekolah, itu Pak Es staf di UPT,” kata salah salah seorang kepala sekolah di lingkungan UPT Cikulur, yang diminta namannya dirahasiakan.

Seraya mengaku tidak tahu untuk kegiatan apa uang partisipasi yang terkumpul dari setiap sekolah tersebut. Sebab, jika untuk penyelenggaraan sejumlah kegiatan biasannya pihak UPT meminta dana partisipasi lagi dari pihak sekolah, antara lain seperti untuk kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan lainnya.
”Kalau ada kegiatan lain, biasanya UPT minta lagi ke sekolah dana partisipasinya,” ucapnya.

Eli Syahroni Aktifis Lebak mengatakan, adanya setoran dari beberapa sekolah kepada pihak UPT di Kecamatan Cikulur terkait dana BOS sudah bukan rahasia umum. Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukannya, setiap dana tersebut cair oknum UPT kerap berkeliaran memungut dana ke setiap sekolah dengan dalih uang partisipasi.

“Partisipasi apa? Dana BOS peruntukannya sudah jelas untuk operasional sekolah. Apa pun dalihnya bentuk setoraan partisipasi sekalipun, itu tidak dibenarkan. Apalagi, jika ditotal dengan nilai uang yang disetor dari seluruh sekolah ke UPT sebesar itu jumlahnya cukup pantastis,” katanya.

Pihaknya mendesak kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) segera menindaklanjuti persoalan ini. Pihak dinas harus menindak tegas, apabila terbukti oknum di UPT melakukan tindakan semacam itu, sebab apapun dalihnya tidak dibenarkan ada setoran ke UPT soal dana BOS.

“Kadisdik harus segera menindaklanjuti,” katanya. Saat dihubungi wartawan melalui sambungan telefon, Kepala UPT Cikulur, Ali Beni membantah pihaknya memungut uang dana BOS dari setiap sekolah di wilayahnya. “Nggak benar itu, saya nggak pernah menyuruh atau memungut apapun ke sekolah terkait dana BOS,” katanya singkat. (Far)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here