Dana DAK Belum Cair Kepsek Ambil Jalan Pintas Dengan Pakai Uang Pribadi.

0
623

BATAM-Zonadinamika,com. Dunia pendidikan di kota Batam sudah menjadi sorotan public terkait berbagai tindak tanduk para oknum pendidik yang berupaya memainkan program demi kepnetingan pribadi, baik melalui penerimaan murid baru sistem PDBD online.

Penerimaan siswa dari tingkat SD,SMP dan SMA maupun SMK sederajat tidak jujur dalam melaksanakan sistem tersebut ,malah jumlah daya tampung di setiap sekolah bertambah 50% malah sampai 100% yang di duga di jadikan pihak kepala sekolah sebagai praktek pungli di luar sistem PDBD online kepada orang tua murid.
Sistem kordinasi antara dinas pendidikan dengan pihak-pihak sekolah negeri pengosongan ruangan beberapa kelas yang di peruntukkan penerimaan jalur titipan.
Tetapi praktek ini sudah kian lama berjalan ,anehnya penegak hukum dari kepolisian baik dari kejaksaan di kota Batam tidak mempunyai nyali untuk mengungkap dugaan pungli di setiap sekolah-sekolah negari yang selama ini meresahkan masyarakat.

Ada apa Dinas pendidikan kota Batam menerapkan sistem penerimaan murid baru dengan sistem PDBD online ,kenyataannya di langgar dan tidak sesuai dengan quota dalam sistem tersebut,benarkah pungli di Dinas pendidikan kota Batam sudah bersenergi terhadap penegak hukum ?

SMA Negeri 4 Tiban Kampung saat di kunjungi media ini kepala sekolah membatah adanya praktek pungli terhadap orang tua murid dan mengatakan “pembangunan gedung baru dua kelas itu adalah dana lokasi khusus dinas pendidikan,pihak sekolah dengan dinas pendidikan melakukan kerjasama ,dan pihak komite sudah teken bersama penanggung jawab juga.

sudah adanya penandatangan kerjasama dengan pihak dinas pendidikan sudah pasti anggaran tersebut akan di turunkan .saya itu selalu berinisiatif memodali duluan,dan saya minta tolong kepada wali murid untuk Negara dan ini swakelola .

Tolong belanja barang-barang bangunan yang murah karena uang tersebut di pinjam dari saya Rp.70.000.000.saya cuman dan bilang sama ketua komite ,anak-anak inikan kita terima semua murid yang mendaftar tanpa syarat.apa saya salah mendahului pembangunan itu secara pribadi dari pada uang saya itu mengendap di Bank.saya dulukan dulu apa saya salah supaya anak-anak bisa belajar.

sampai detik ini juga dananya belum cair ,untuk pengembalian uang saya .Sementara anggaran yang sudah di sepakati pihak sekolah dengan Dinas pendidikan mencapai Rp.2.40.000.000,-satu rupiah-pun belum turun.

Saya ini hanya niat mempercepat pembangunan gedung sekolah ini ,supaya anak-anak tidak terlalu lama belajar di lep ,pada intinya kita ini niat untuk membangun.seandainya itu di katakana bermasalah ngak apa-apa saya hibahkan .seumur-umur saya menjadi kepala sekolah tidak pernah melakukan pungutan liar kepada orang tua murid,jelasnya.

Sementara itu Udin P Sihaloho Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam Yang Menjabat Sekretaris Komisi IV ketika di minta komentarnya terkait tindakan oleh kepala sekolah Dra.Hj.TapiWinanta, yang nekat mendahulukan uang pribadinya dalam pembangunan gedung sekolah yang di danai DAK, dengan alasan hingga saat ini belum bisa di cairkan, Udin mengatakan, “Tidak masuk akal kalau dana untuk pembangunan kelas belum cair,karena semua dana yang diposting dalam APBD kota Batam,untuk pendidikan cukup besar dan sudah di cairkan dan Tak ada alas an mengatakan bahwa tidak ada dana anggaran untuk pembangunan kelas belum cair,apapun alasannya.” JelasUdin P.Sihaloho.SH.dengan tegas. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here