Gidion Purba Calon Kuat Untuk Bertarung Dalam Pilkada Simalungun

0
90

Simalungun-ZonadinamikaNews.com.Perhelatan politik dalam pencarian calon pemimpin untuk masyarakat kabupaten Simalungun Sumatera Utara 5 tahun ke depan, mulai memanas, para kandidat yang siap bertarung dengan ilmu pemerintan yang mumpuni telah muncul, saat ini yang dianggap sebagai petarung berat adalah Gidion Purba,sekretaris daerah kabupaten simalungun pantas untuk tampil sebagai kandidat bupati simalungun.

Dan untuk memperkuat stategi dalam pertarungan tersebut dan menjelang pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung di tahun 2020, Sekretaris Daerah  (Sekda) Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Simalungun, Gidion Purba segera akan mengundurkan diri dari jabatannya dan dari statusnya Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sikap ini diambil sesuai dengan rencananya maju sebagai bakal calon kepala daerah. Gidion Purba kini sudah mengikuti persyaratan dari tahapan yang ditetapkan sejumlah partai politik.

Gidion Purba pun sudah mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon bupati ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Simalungun.Dirinya juga sudah siap mundur dan saat telah menyiapkan berkas. “Waktunya mundur, saya siap mundur. Rencananya April 2020, saat didaftarkan ke KPU,” katanya

Bupati Simalungun JR Saragih, ephorus GKPS Pdt.Rumanja Purba,MSi, Sekda Simalungun Gidion Purba,bersama tokoh masyarakat lainnya bersilaturahmi dan makan bersama dirumah dinas ephorus GKPS,jln.J.Wismar Saragih, P.Siantar pada hr.Rabu, tgl 2 Okt 2019 lalu hal ini juga dihadiri ephorus HKBP emeritus Pdt .Dr .Sae Nababan turut mendukung GP untuk pilkada Simalungun 2020

Sebagaimana diketahui, Gidion Purba hadir di Sekretariat DPC PDIP, Jalan Asahan, Komplek Griya, Simalungun.Gidion Purba menuturkan, dirinya sudah lama mencintai PDIP. Itulah alasan dirinya memilih PDIP sebagai partai pengusung dalam Pilkada 2020. “PDIP dari dulu sudah di hati saya. Walaupun saya PNS, saya sudah mengamati beberapa partai. Semua partai tujuannya baik. Tapi, ada benang merah yang tak bisa saya ceritakan kenapa saya jatuh cinta kepada PDIP,” jelasnya.

Gidion mengatakan bahwa sesuai Undang-Undang (UU), partai yang mengusung satu bakal calon bupati harus memiliki 10 kursi di DPRD. Oleh sebab itu, kata Gidion, dirinya masih melakukan komunikasi politik dengan partai lain. “Saya juga mendekati partai lain yang memiliki minimal 2 kursi di DPRD. Saya mendekati Golkar, Hanura, Nasdem, Partai Berkarya, dan PKS,” bebernya.

Soal sosok wakil yang mendampinginya, Gidion menyerahkan hal itu kepada partai. “Saya menghormati usulan partai. Kriteria nya pasti yang beragama Islam. Karena saya Kristen. Komposisi penduduk di Simalungun mengatakan begitu. Harus ada keseimbangan,” jelas Gidion.

Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga yang menjadi pesaingnya, Gidion menjawab santai, “Kita baik-baik saja. Pak Amran Wakil Bupati, saya Sekda. Kami menjalankan tugas masing-masing. Kami sering berkomunikasi. Tapi, khusus untuk pencalonan bupati, kami punya visi yang sama. Sama-sama ingin jadi Bupati,” paparnya.

Gidion mengklaim,akan mendapat dukungan dari bupati JR Saragih dan beberapa etnis dan lintas agama di Simalungun.wujud dukungan lintas agama dan etnis. Saya tidak ada meminta mereka datang. Mereka tahu saya mendaftar, jadi mereka datang. Ungkapnya.(B)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here