Ratusan Warga Ajibata Seruduk Kantor Bupati Tobasa, Ini Maksudnya

0
127

TOBASA-Balige – ZonadinamikaNews.com.”Permendagri dengan Perbup Tobasa,  Tabrakan! Jangan Matikan Hak Pemuda Berkiprah! Perbup Tobasa telah Membunuh demokrasi!” teriak ratusan Warga Desa Pardamean Ajibata, Kecamatan Ajibata saat unjukrasa (unras) di gedung DPRD Toba Samosir, Rabu (6/11/2019).

“Ada apa antara Legislatif dengan Eksekutif? Mengapa aspirasi kami tidak ada jawaban hingga saat ini? Jangan mandul!” teriaknya lagi di hadapan Avron Sirait, Syamsudin Manurung, Walmen Butarbutar dan Alon Sianipar para anggota dewan Tobasa.

Menanggapi itu, dibawah penjagaan aparat dari Polres Toba Samosir, Syamsudin mengaku bahwa saat itu pihaknya sedang akan berangkat ke Jakarta membahas tuntutan warga itu yakni merevisi Perbup tentang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

“Kita sudah berupaya melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Eksekutif, tetapi hingga saat ini tidak ada solusi, dan kebetulan saat ini kami pas mau berangkat ke Jakarta menindaklanjuti tuntutan saudara sekalian, jadi bersabarlah,” ujar Syamsudin disambut sorak warga.

“Kami anggota DPRD Tobasa akan tetap mengakomodir kepentingan rakyat. Percayalah kepada kami. Kami komisi A akan berusaha semaksimal mungkin,” timpal Avron.

Puas dengan jawaban anggota dewan, Irfan Silalahi, Koordinator Lapangan Unras mengajak warga berjalan menuju kantor Bupati Tobasa. “Ayo teman teman, kita pertanyakan Bupati mengapa hingga kini tuntutan revisi itu tidak digubris,” ajaknya.

Sesampainya persis di pintu masuk, Orasi-pun dimulai menggunakan pengeras suara, TOA.

“Hai Bupati Tobasa yang terhormat, Perbup yang anda keluarkan tidak sesuai dengan Permendagri! Mohon Pilkades di desa kami diundurkan serta merekrut kembali anggota P2KD sebab mereka sarat penyimpangan,” sebut Irfan dihadapan para pejabat teras Pemkab Tobasa.

“Pak Bupati, Pilkades bukan memilih para orang yang sudah tua. Negara ini dibangun atas perjuangan para pemuda. Jadi jangan anda batasi usia dengan Perbupmu untuk menjadi Calon Kepala Desa,” imbuhnya.

Tak berapa lama berselang, beberapa pejabat Tobasa membujuk para demonstran agar sudi duduk bersama berdiskusi di dalam gedung. Semuanya lalu memasuki ruang rapat di lantai IV Kantor Bupati Tobasa.

Paruhum Manurung dalam tuntutannya meminta agar Perbup No. 4 Tahun 2017 tentang Pilkades direvisi sebab bertentangan dengan Permendagri. Selain itu, P2KD juga dituding bekerja tidak profesional. “Hal ini telah mengakibatkan suasana di Desa kami tidak kondusif,”

“Kami minta jawaban sekarang pak,” ujarnya kepada Audi Murphy Sitorus, Sekda Tobasa didampingi Assisten 3 Parulian Siregar, Kadis PMD Henry Silalahi, Kasatpol PP Tito Simanjutak, Kaban Kesbang John Maurid Siagian, Kabag Humas Robinson Siagian, Kabag Hukum Lukman Siagian dan Ketua P2KD Renhard Nadeak.

Sebelum diskusi dimulai, tampak para Pejabat Tobasa ditanya berkali oleh warga apakah mereka dapat mengambil keputusan, bila ia maka diskusi dapat dilanjutkan.

“Kami semua yang duduk disini bila sepakat bisa membuat keputusan yang saudara minta, mari mulai diskusi. Ayo apa tuntutan saudara, sampaikan di forum ini,” jawab Audi.

“Pak Sekda, dari awal tahapan Pilkades kami rasa banyak kejanggalan. Khususnya syarat tentang usia, kami tidak terima sebab di kabupaten lain, usia tidak dipersoalkan, kok di Tobasa dipersoalkan? Kami meminta ditunda bukan dibatalkan hingga ada peraturan yg jelas atau Perda dan Perbub direvisi,” sebut Irfan.

Menanggapi itu, Kadis PMD angkat bicara. Dikatakannya: “Jadwal dan Tahapan Pilkades di seluruh wilayah Tobasa di 105 desa sama dan diperlakukan yang sama.”

Menambahinya, tampak Sekda berjanji akan meninjau kembali Perbup tersebut. “Tentang ditunda atau tidak? itu adalah kewenangan P2KD bukan Pemkab. Hari ini juga kami akan menyurati P2KD agar menindak lanjuti tuntutan kalian,” jelas Audi.

Mendengar penjelasan tersebut, tampak semua warga unras tidak puas dan meminta agar saat itu juga Pemkab Tobasa memberi jawaban yang pasti. “Kalau tidak ada jawaban sekarang, kami tidak akan beranjak dari sini,” sebut Irfan.

Suasana lalu tampak mulai gaduh! Dengan suara keras Audi menyebut kesimpulan diskusi itu tidak mungkin bisa dihasilkan secepat itu.

“Namun kalau dipaksa harus sekarang? saya sampaikan, kesimpulannya adalah: Tahapan Pilkades Desa Pardamean Ajibata saya nyatakan dilanjutkan,”

“Bila saudara sekalian keberatan dengan apa yang kami sampaikan, silakan tempuh jalur hukum,” tegas Murphy dan menyatakan diskusi itu selesai lalu meninggalkan ruangan diikuti rombongan para pejabat Tobasa.

Menyikapi itu, para warga mengaku cukup kecewa atas hal yang disampaikan Sekda Tobasa itu. “Baiklah, kami akan tempuh gugatan terhadap Perbup Tobasa itu. Besok kami akan ke Jakarta mencari keadilan,” sebut Irfan ke berbagai media. (JP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here