Rumah Mewah Milik Bandar Narkoba di Pakai Kantor Operasional BNN

0
376

JAKARTA-Zonadinamika.com. Badan Narkotika Nasional (BNN) akan menjadikan sebuah rumah mewah di Blok R15 Kompleks Pantai Mutiara, RW16, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, sebagai kantor operasional.

Rumah mewah berlantai tiga yang tak jauh dari kediaman Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama itu merupakan aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari Pony Tjandra (47).

Kabag Humas BNN Pusat, Slamet Pribadi mengatakan, BNN bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan Kejaksaan Agung akan melakukan serah terima dan MOU terkait penggunaan aset sitaan negara dari salah satu gembong narkoba tersebut.

“Hari Senin (20/2) nanti rencananya akan diserahterimakan oleh Kepala BNN setelah sejak 3 tahun lalu disita. Nilai rumah mencapai antara Rp 17 miliar -Rp 20 miliar ketika hendak dilelang,” ujar Slamet, Kamis (16/2) siang di lokasi rumah tersebut.

Ia mengungkapkan, selain itu, ada pula 11 item lainnya yang disita, di antaranya satu unit rumah di Cempaka Baru Kemayoran, satu unit sedan Jaguar, satu unit Honda Odysey, dua unit jet ski, tiga unit Harley Davidson, 29 item perhiasan, dan enam sertifikat tanah yang merupakan hasil TPPU dari narkotika.

“Lokasinya yang berada di pinggir laut persis, jadi sangat memungkinkan membawa barang bukti narkoba. Dengan keberadaan BNN di Jakarta Utara ini maka dapat lebih mudah mendeteksi dan melakukan penangkapan para bandar dengan modus jalur laut,” katanya.

Rumah tersebut nantinya akan menjadi pos pantau interdiksi, kantor cabang operasional, sekaligus safehouse dari para bandar tangkapan BNN Pusat yang memiliki TKP sekitar perairan Teluk Jakarta, Jakarta Utara, ataupun Jakarta Barat.

“Rumah ini dahulunya saat masih dipakai oleh tersangka. Selalu dikeluhkan bising dentuman musik dari lantai 3 yang merupakan tempat karaoke setiap Kamis malam atau malam Minggu. Saat datang pelaku sandar menggunakan dua kapal speed boat di bagian belakang rumah,” jelas Slamet.

Pony Tjandra adalah salah satu bandar jaringan Aceh dengan nilai transaksi mencapai Rp 600 miliar yang diciduk BNN Pusat pada 25 September 2014 lalu bersama istrinya Santi (47). Barang bukti yang disita 57.000 butir pil ekstasi yang diseludupkan melalui laut dan disembunyikan di ruang kosong internit lantai dua rumah tepi pantai tersebut.(B1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here