Tokoh Lintas Agama Bersuara, Dukung Program Kapolres Nias

0
528

GUNUNGSITOLI, Zonadinamika.com – Terkait dengan pernyataan Kapolren Nias AKBP Bazawato Zebua, SH, MH yang akan menertibkan dan menangakap penjual miras jenis Tuo Nifaro (Tuak Suling Nias) alias TN, kini menjadi topik pembicaraan hangat di Sosmed,maupun di tiap-tiap lapak-lapak kecil yang ada di kota Gunungsitoli.

Tak ketertinggalan dari berbagai Tokoh Masyarakat,dan lapisan dari berbagai sumber Tokoh Lintas Agama Gunungsitoli-Kepulauan Nias SUMBAGUT ada juga mendukung gagasan ide Kapolres Nias tersebut dengan cara memberikan dukungan semangat bekerja serta Komit dengan apa yang dilontarkan nya tersebut.

Berikut ini kutipan singkat pernyataan Kapolres Nias, “Ke depan ini, akan kita tertibkan para penjual minuman keras Tuo Nifaro dan bahkan akan ditangkap dengan dijerat hukuman 7 tahun penjara sesuai peraturan tentang kesehatan,” tegas Bazawato Zebua, SH, MH. Hal ini disampaikan Kapolres Nias, pada kunjungan kerja beberapa hari lalu di Aula Kantor Camat Afulu, Kabupaten Nias Utara, Kamis (21/07/2016) seperti dilansir beberapa media lain nya.

Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama,( PC- NU ) Kota Gunungsitoli,Bapak Basrah Zebua,BE Tokoh yang mewakili dari lembaga organisasi Islam yang kami kunjungi,menganggap tindakan Kapolres Nias dalam menertibkan dan menangkap penjual miras jenis Tuo Nifaro tersebut bukan semudah membalikkan telapak tangan.

Dan itu harus membutuhkan kerja sama dalam berbagai bidang,baik antar Tokoh – tokoh,seperti tokoh Lintas Agama,maupun tokoh masyarakat, dan jajaran Kodim 0213 Nias dan tokoh Pemuda,tokoh Ibu dan juga dari pihak masing masing kepala Daerah yang ada di kepulauan Nias serta keluarga besar Polres Nias_ Gunungsitoli.

“Saya mendukung pernyataan Kapolres Nias itu, jika ini semuanya terjadi maka yang utama di ikuti yakni dari tubuh Polres Nias itu sendiri,baru Masyarakat biasa. Itu pun harus di buat dan di edarkan surat Perwal terlebih dahulu dan di perdakan oleh masing-masing kepala daerah yang khusus diwilayah Hukum Polres Nias, dan di ikuti beberapa kesepakatan antar tokoh lintas agama maupun Tokoh Masyarakat,dan terakhir di sahkan oleh DPRD ,tutur Basrah Zebua,BE.

Dianya menambahkan jika Pak Kapolres Nias,ingin ngotot memberlakukan larangan ini,sah-sah saja namun hanya sebatas ruang lingkup Polisi Resort Nias Saja,karena larangan penjualan Tuak Suling Nias Ini membutuhkan waktu cukup lama,terangnya saat dikonfirmasi di rumah kediaman nya Kota Gunungsitoli ,Senin (25/07/2016) tadi sore.

Beliu berharap agar pernyataan Kapolres Nias dikaji kembali. “Saya hanya berharap, kita jangan melihat sepihak. Semoga Pak Kapolres mempertimbangkan kembali, karena ini masalah pendapatan perekonomian masyarakat kalangan sederhana,” ungkapnya.

Demikan halnya disampaikan Bapak Pdt. Berkat Kurniawan Laoli sebagai Ketua Badan Pengurus Daerah Gereja Pantekosta Tabernakel Sekepulauan Nias dan Gembala Sidang GPT Jemaat Kota Gunungsitoli,Meminta supaya penertiban penjual Tuo Nifaro jangan dilihat dari satu sisi, perlu pengkajian dan duduk bersama dengan para pemangku kepentingan lainnya.

“ Saya Salah seorang rohaniwan, menilai pada himbauan Kapolres Nias tentang larangan menjual tuo Nifaro /Mengkonsumsi Tuak suling Nias , mengapresiasi atas himbauan tersebut dan mari kita dukung bersama, tentu himbauan larangan tersebut telah dikaji oleh Kapolres Nias secara mendalam Walaupun Himbauannya itu penuh dengan kontroversi dari berbagai kalangan Narasumber dari Tokoh-Tokoh lain nya.

Namun saya sebagai pendeta mendukung sepenuhnya larangan tersebut mengingat efek dari alkohol dalam Tuo Nifaro sangat tidak bisa di ukur kadarnya sehingga barang siapa yang mengkonsumsinya bisa meninggal dunia secara langsung maupun secara perlahan – lahan, termasuk bisa memicu efek pergaulan buruk seperti mengakibatkan perkelahian, kekerasan seksual bahkan pembunuhan akibat efek Tuo Nifaro yang selalu memabukkan.

Saya juga mengharapkan agar kiranya ,dari berbagai jenis minuman Beralkohol dapat di perhatikan kadarluarsa nya dan jika seandai nya program dari pernyataaan Kapolres Nias ini benar akan dilaksanakan , maka kami juga menginginkan semua jenis minuman Keras yang ada di kepulauan Nias ,Khususnya di Kota Gunungsitoli ini ikut di musnahkan.

Sebagai Rohaniwan kami juga meminta Kapolres Nias jika ada benar nya terjadi larangan himbauan tersebut maka jangan kepada Masyarakat biasa saja yang di jadikan sebagai tumbal arahannya,akan tetapi jika perlu larangan tersebut juga harus berlaku bagi personil Polres Nias siapa yang kedapatan membekingi,dan melindungi para pengusaha yang menjual Tuo nifaro secara leluasa untuk layak jualnya ,kami juga mengharapkan kepada pak Kapolres Nias untuk menindak tegas tanpa pandang pilih bulu.

Kami juga mendorong Pemkot Dan Pemkab Sekepulauan Nias untuk berani mengeluarkan himbauan yang sama,dan kami siap jika suatu saat Pemkot dan pemkab akan melakukan rapat pertemuan dari berbagai kalangan,dari Tokoh Rohaniawan akan mendukung hal yang lebih baik, demi menjamin dan menciptakan masa depan generasi putra/putri anak Nias yang unggul dan berdaya saing di Pulau Nias.

Kami mengharapkan kiran nya kepada para pengusaha lokal yang selama ini mencari makan dengan memproduksi Tuo Nifaro dan menjualnya harap Agar kirannya bisa di bina oleh pemerintah melalui program UKM yang ada,agar mereka tidak kehilangan mata pencaharian juga,

Karena jika ditinjau dari sisi manfaat dan untung rugi, maka menurut hemat kami lebih banyak efek buruknya kepada masyarakat daripada keuntungan memproduksi Tuo Nifaro,“ ujar Bapak Pdt. Berkat Laoli kepada awak wartawan saat dikonfirmasi via telepon seluler, Senin ( 25/07/2016), Malam kemarin.( Efrizal caniago )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here