POLISI Membubarkan Demo KNPB,Berunjung Penangkapan

0
619

TIMIKA,Zonadinamika.com Aparat kepolisisan Polres Timika Bersama satuan Brimob Batalion B Polda Papua membubarkan secara paksa aksi demo KNPB di depan graha Eme neme yaware, Timika Indah, Rabu 13 /072016 secara tidak hormat.

Menyampaikan pendapatkan itu sesungguhnya menjami konstitusi nasional yang mana termuat pada pasal 28 maupun kovenan Internasional yang tertulis dan termuat dalam hak hak sipil dan politik dan sudah jelas bahwa ResolusiMajelis umum 1541 XV.

Yang menjelaskan kewajiban Negara pengurus untuk melapor,disahkan bersama-sama dengan Resolusi 1514 ( XV ) deklarasi tentang pemberian kemerdekaan kepada negeri dan rakyat jajahan itu jelas kenapa bungkam tuturnya sala satu orator dalam aksi itu.

Alasan Pihak kepolisian bahwa Sebab, aksi mereka tidak memiliki surat izin dari kepolisian.Saat pembubaran Petugas turut mengamankan sejumlah orang yang malah sempat melakukan perlawanan, selain itu petugas juga mengamankan bendera KNPB dan semua spanduk tertuliskan bangsa papua mendukung penuh ULMWP menjadi anggota tetap di MSG

Hal inilah yang disampaikan KASAT Saphara Polres MIMIKA AKP Sudiman,sebelum massa di bubarkan secara paksa
Mereka yang diamankan di bahwa ke POLRRES markas komando ( MAKO satuan Brimob battalion B jalan agimuka MILE 32 untuk di minta keterrangan.

Dari hasil pautauan lapangan Zonadinamika.com setelah massa aksi di bubarkan dan petugas mundur kembali ke Lapangan Graha Eme Neme Yaware ,massa kembali berupaya untuk tetap melakukan aksi. Namun, petugas kembali membubarkan massa.

Salah Anggota KNPB menyatakan bahwa tugas polisi adalah hanya mejaga sepanjang aksi itu berlangsung karena tugas aparat itu hanya tiga yaitu melindungi, menggayomi dan menjaga sepanjang aksi itu tidak anarkis.

Kalau soal surat izin itu kami sudah kasih masuk jauh sebelumnya karena kami tahu aturan main itu seperti apa kata dia
Kalau semua kegiatan yang kami rakyat papua buat selalu di batasi terus ini hak kami yang mana..? Apapun yang kami lakukan itu hak kami karena ini di atas tanah kami.

Saat itu juga Pihak keamanan Buang peluruh itu sangat melanggar konstitusi Negara Republik Indonesia karena sudah jelas bahwa, Ini bukan kita perang atau apa. Saat yang sama juga anggota kami dapat tembak kena peluruh karet oleh pihak Polisi maka kami sangat kesal atas tindakan itu katanya. (Musa Boma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here