Pagar Tembok Bos Wily Lay, Roboh Timpa Rumah Warga.

0
437

ATAMBUA, NTT, Zonadinamika.com, Pagar Tembok milik Bos Wily Lay, runtuh menimpa rumah warga RT 13/RW 003, Kelurahan Manuaman Kecamatan Atambua Selatan, Selasa (05/04/16) Sore Hari.

Tembok yang runtuh tersebut terjadi sekitar stengah lima sore, kejadiannya berawal saat hujan gerimis, tiba-tiba terdengar suara runtuhan dari arah pagar tembok tersebut, seketika itu runtuhan langsung menghantam kandang sapi milik warga, kandang babi dan jalan yang menghubungkan rumah warga dengan jalan raya.

Ketinggian runtuhan tembok tersebut mencapai 7 meter dari permukaan tanah. Sedangkan jarak dari tembok menuju rumah berkisar 3 meter dan jarak runtuhannya berkisar 3,5 meter yang berakibat rumah warga juga tertimpa runtuhan ini. Kata Ameu salah satu korban saat memberi keterangan di depan rumahnya pada malam hari tadi.

Korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah setempat yakni ketua RT. Namun belum ada respon yang muncul hingga saat ini.
“Katanya besok baru ada tindak lanjut,” Kata Ameu.

Terdapat lima buah rumah yang mendapat dampak dari runtuhan tembok ini. Kemudian menurut warga sekitar bahwa selama ini Pembuangan air dari tembok menuju ke rumah masyarakat sangat menganggu kesehatan warga.

Saksi mata mama vita istri dari Bapak Ameu saat kejadian sementara tenun membelakangi tembok sekitar pukul setengah lima sore, bunyinya getaran yang keras sampai didengar oleh tetangga, saat hujan gerimis.

Sebagai korban Vita dan suaminya minta supaya bangunan cepat digusur kembali, karena akses jalan untuk masyarakat sudah tertutup material runtuhan. Sebab jalan putus karena disebelahnya lagi tidak diberi ruang, untuk jalan.

Selain itu mereka juga meminta agar pemilik bangunan yakni Bos Wili Lay bisa perhatikan mereka serta kerugian yang mereka alami.

Kerugian yang dialami Bapak Ameu diantaranya 3 ekor babi pedaging yang ikut tertimbun, kandang sapi, kandang babi yang runtuh, dapur serta peralatan masak, sumur yang tertimbun, serta tanaman yang ikut rusak akibat runtuhan.

Kemudiam ruas jalan yang tertimbun material tersebut saat ini tidak dapat dilalui karena tumpukan material yang begitu tinggi dan tebal bercampur lumpur dan pasir.

Panjang lintasan runtuhan tersebut yakni 10 meter lebih yang membuat warga susah untuk melewatinya, parahnya lagi ditambah dengan campuran batu dan semen yang terguling sejauh 3 meter ini membuat warga semakin panik.

Sesewaktu-waktu tembok yang berada disisi kiri rumah warga diperkirakan akan roboh lagi dalam waktu dekat, oleh karena itu untuk sementara warga masih bermukim jauh dari lokasi runtuhan tersebut, dan kelihatan sekali banyak warga yang malam ini masih bersedih hingga mereka memutuskan untuk tidak tidur malam ini hingga esok pagi, karena panik akan ada runtuhan susulan.

Ibu Anggota DPRD BELU Yeti bone yang berada di lokasi kejadian Meminta pemilik bangunan tersebut, agar masyarakat yg tertimpa reruntuhan bisa diperhatikan karena mereka menderita kerugian yang berat. (Yulianus Feka).Atambua, NTT, Zonadinamika.com, Pagar Tembok milik Bos Wily Lay, runtuh menimpa rumah warga RT 13/RW 003, Kelurahan Manuaman Kecamatan Atambua Selatan, Selasa (05/04/16) Sore Hari.

Tembok yang runtuh tersebut terjadi sekitar stengah lima sore, kejadiannya berawal saat hujan gerimis, tiba-tiba terdengar suara runtuhan dari arah pagar tembok tersebut, seketika itu runtuhan langsung menghantam kandang sapi milik warga, kandang babi dan jalan yang menghubungkan rumah warga dengan jalan raya.

Ketinggian runtuhan tembok tersebut mencapai 7 meter dari permukaan tanah. Sedangkan jarak dari tembok menuju rumah berkisar 3 meter dan jarak runtuhannya berkisar 3,5 meter yang berakibat rumah warga juga tertimpa runtuhan ini. Kata Ameu salah satu korban saat memberi keterangan di depan rumahnya pada malam hari tadi.

Korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah setempat yakni ketua RT. Namun belum ada respon yang muncul hingga saat ini.
“Katanya besok baru ada tindak lanjut,” Kata Ameu.

Terdapat lima buah rumah yang mendapat dampak dari runtuhan tembok ini. Kemudian menurut warga sekitar bahwa selama ini Pembuangan air dari tembok menuju ke rumah masyarakat sangat menganggu kesehatan warga.

Saksi mata mama vita istri dari Bapak Ameu saat kejadian sementara tenun membelakangi tembok sekitar pukul setengah lima sore, bunyinya getaran yang keras sampai didengar oleh tetangga, saat hujan gerimis.

Sebagai korban Vita dan suaminya minta supaya bangunan cepat digusur kembali, karena akses jalan untuk masyarakat sudah tertutup material runtuhan. Sebab jalan putus karena disebelahnya lagi tidak diberi ruang, untuk jalan.

Selain itu mereka juga meminta agar pemilik bangunan yakni Bos Wili Lay bisa perhatikan mereka serta kerugian yang mereka alami.

Kerugian yang dialami Bapak Ameu diantaranya 3 ekor babi pedaging yang ikut tertimbun, kandang sapi, kandang babi yang runtuh, dapur serta peralatan masak, sumur yang tertimbun, serta tanaman yang ikut rusak akibat runtuhan.

Kemudiam ruas jalan yang tertimbun material tersebut saat ini tidak dapat dilalui karena tumpukan material yang begitu tinggi dan tebal bercampur lumpur dan pasir.

Panjang lintasan runtuhan tersebut yakni 10 meter lebih yang membuat warga susah untuk melewatinya, parahnya lagi ditambah dengan campuran batu dan semen yang terguling sejauh 3 meter ini membuat warga semakin panik.

Sesewaktu-waktu tembok yang berada disisi kiri rumah warga diperkirakan akan roboh lagi dalam waktu dekat, oleh karena itu untuk sementara warga masih bermukim jauh dari lokasi runtuhan tersebut, dan kelihatan sekali banyak warga yang malam ini masih bersedih hingga mereka memutuskan untuk tidak tidur malam ini hingga esok pagi, karena panik akan ada runtuhan susulan.

Ibu Anggota DPRD BELU Yeti bone yang berada di lokasi kejadian Meminta pemilik bangunan tersebut, agar masyarakat yg tertimpa reruntuhan bisa diperhatikan karena mereka menderita kerugian yang berat. (Yulianus Feka).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here