Kapolda NTT; Polisi Jangan Lama-Lama di Kantor, Harus Turun Ke Masyarakat

0
649

Atambua, NTT-Zonadinamika.com, Kapolda NTT Brigjen Pol. Drs. E. Widyo Sunaryo meminta polisi untuk bekerja secara profesional sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang dibebankan oleh Negara dan
bagi anggota kepolisian harus menjaga soliditas serta kekompakan dengan rekan-rekan dari TNI, karena meskipun berbeda tugas tetapi tetap satu yaitu mengamankan NKRI.

Dalam sambutannya, Kapolda NTT merasa bahagia karena bisa bertemu dengan para seniornya yang meskipun sudah tua tetapi masih semangat dan ia meminta agar dicontoh oleh para yunior yang berada di lingkup Polda NTT sebagai teladan yang baik.

“saya bersyukur karena masih bisa melihat sisa-sisa laskar pajang, kita patut berbangga kepada para senior meskipun sudah tua tapi masih semangat, anak muda harus mencontoh ini,” Katanya saat memberu sambutan di Mapolres Belu, Kamis (11/02/16).

Mantan Kasat Reserse Polres Belu (1983-1986) itu juga memberi motivasi agar para polisi harus tetap semangat dan tidak boleh mengeluh karena tugas sebagai Polri ini adalah tugas mulia yang dititipkan oleh negara.

Lanjut, Kapolda juga mengapresiasi kepemimpinan Kapolres Belu, AKBP Dewa Putu Gede Artha banyak kemajuan yang telah dicapai dalam penanganan kasus yang sudah dituntaskan secara baik. Ia pun meminta kerjasama yang baik untuk secara bersama-sama semua komponen Polri yang ada untuk membenahi beberapa hal yang penting untuk dilaksanakan.

Hal yang penting tersebut diantaranya mengenai kebijakan Kapolri soal Kamtibmas dimana kebijakan tersebut ia berharap agar sudah sampai ke tingkat Kapolsek di jajaran Polres Belu.

Selain Kapolda juga menyampaikan Amanat Presiden lewat membangun Indonesia Timur, juga harus dikawal dengan baik oleh Polri yakni pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Motaain dan Bendungan Rotiklot di Kecamatan Kakuluk Mesak.

“beliau sekarang sedang memperhatikan indonesia bagian timur untuk dikembangkan, beliau minta kita harus mengawal pembangunan tersebut dan mempercepat pembangunan yang sudah dilaksanakan, karena sebanyak 311 triliuan yang dilaporkan oleh negara untuk memantau pembangunan infrastruktur,” Ungkap Kapolda Meneruskan Amanat Presiden.

Sunaryo, meminta agar proyek-proyek tersebut tidak berhenti ditengah jalan dan jangan sampai Polri menjadi penghambat jalannya proyek tersebut.
Soal kualitas kerja Polri, Kapolda mengatakan bahwa sudah saatnya bekerja sesuai dengan tugas pada jam kerja dan tidak boleh santai-santai dan Polisi jangan terlalu banyak duduk di kantor tetapi harus gunakan waktu untuk turun ke masyarakat agar bisa mengetahui situasi dan kondisi masyarakat dan kebutuhan yang mereka perlukan.

“kapolres, mapolsek jangan senang kalau kantornya ramai karena itu tandanya kita tidak melayani masyarakat,” Jelas Sunaryo.

Sebagai penegak hukum, bukan hal yang salah untuk melakukan penegakan hukum tetapi, didalam menyikapi kebijakan pimpinan negara dalam hal ini Kapolri mengenai kasus traficking yang selama ini gencar, Kapolda meminta agar Polisi jangan berlama-lama didalam kantor, tapi lebih banyak waktu untuk turun ke lapangan karena di masyarakat akan ada banyak persoalan yang bisa ditemukan.

“ada permasalahn yang mereka tidak berani sampaikan kepada polisi, tetapi dengan kita datang kesana menyapa mereka dan menyentuh hati masyarakat maka mereka akan memberi tahu kita, masalah-masalah yang mereka alami soal kasus penipuan TKI oleh Calo ini, mereka akan sampaikan bahwa ini masalahnya. hal ini kita lakukan agar pelayanan di tengah masyarakat dapat terus kita laksanakan,” Cetus Kapolda.

Kapolda berharap agar anggota kepolisian selalu menjaga soliditas jaga kekompakan dengan rekan-rekan dari TNI, karena meskipun tugas berbeda tapi keduanya adalah satu yaitu mengamankan NKRI. “jangan saling menjatuhkan satu sama lain,” Katanya.

Kerjasama juga harus dijalin dengan pihak imigrasi, beacukai, dan karantina yang ada disepanjang perbatasan agar masalah Narkotika, Miras dan penyelundupan secara ilegal dan teratasi.

“silahkan kerjasama dengan baik dengan mereka agar kita bisa menjaga keamanan di perbatasan;narkotika harus ditekan karena diwilayah di jawa dan sumatra saya yakin masuk lewat jalan tikus lewat perbatasan, saya minta kapolsek dan babinsa untuk menekan ini,” Ungkap Sunaryo.

Kemudian untuk warga Eksodus Timor timur yang dipengaruhi oleh aliran pencak Silat seperti kera sakti, hal ini merupakan tugas Polri untuk membina mereka. Kapolda juga berpesan agar Polisi jangan arogan dalam bertugas, tetapi menjadi penengah di masyarakat yang berkonflik.

“keras jangan dilawan dengan keras tapi harus gunakan cara yang humanis agar mereka bisa jadi Warga Negara Indonesia yang baik,” Jelasnya. (Yulian Feka).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here