Peringati Hari Anti Kekerasan, LSM, Pelajar dan Mahasiswa Gelar Long March

0
562

Atambua, Zonadinamika.com, Memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Hari Toleransi Sedunia dan mempelopri pilkada damai di kabupaten Belu, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan para pelajar/mahasiswa di Kota Atambua menggelar aksi long march di jalan utama Kota Atambua. Aksi yang diikuti oleh sekitar seratusan orang itu mengambil rute star dari lapangan umum Atambua menuju Pasar Lama Atambua, selanjutnya Pasar Baru Atambua lalu kembali berkumpul ke lapangan umum Atambua itu dengan resmi dibuka oleh Pj. Bupati Belu Drs. Wilhelmus Foni, M.Si di lapangan umum Atambua, Jumat, (04/12/2015).
“Kita berkumpul di tempat ini untuk mengambil satu makna dari long march, setidaknya mengedepankan tiga makna yang kita renungkan tentang kekerasan terhadap perempuan, hari toleransi dan sesaat lagi kita akan melakukan pilkada,” ujar Foni ketika memberikan arahannya.

Dikatakannya, melalui long march ini diharapkan dapat memberikan makna bagi semua untuk lebih mencintai kedamaian dan menghilangkan kekerasan mulai dari diri sendiri dan keluarga, dan mengedepankan sikap saling menghargai.

“Dengan hidup saling menghargai, saya yakin akan tercipta kedamaian. Hanya dimulai dari sikap yang rendah hati. Meskipun Tuhan menciptakan kita berbeda beda tetapi kalau kita rendah hati maka sukacita, damai sejatera dan kesejukan ada di tengah tengah kita,” kata Foni sambil menambahkan toleransi harus dimulai dari sikap yang tulus dan rendah hati untuk selalu mengangap orang lain sama seperti kita.

Lebih lanjut dirinya mengatakan kabupaten Belu yang memiliki jumlah penduduk 217.957.000 jiwa serta jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 133. 890 jiwa beberapa hari ke depan akan melakukan pemilihan Bupati dan wakil bupati Belu untuk 5 tahun kedepan oleh karena itu dirinya menyambut baik kegiatan long march ini untuk menciptakan dan memberitahukan kepada orang lain serta menjadi pelopor untuk pilkada damai agar semua masyarakat Belu tetap menjaga kedamaian sehingga pilkada ini dapat berjalan dengan baik aman dan lancar.

Selain itu dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang saat ini juga akan melakukan pilkada serentak karena kabupaten Belu sebagai kabupaten perbatasan yang teraman di dunia.

“Dalam pemilu ini tentu ada perbedaan dalam pilihan. Memang harus ada perbedaan untuk mendapatkan satu pemimpin yang baik yang mendorong dan membawa pertumbuhan bagi Rai Belu 5 tahun mendatang,” tutur Foni.

Dalam arahannya juga Willem Foni menuturkan di antara tiga orang putra Belu ini tidak mungkin terpilih semua, yang terpilih nantinya kita doakan dan kita anggap dia diurapi untuk memimpin rai Belu 5 tahun kedepan.

“Pemimpin harus lahir dalam sikap yang damai, oleh karena itu kegiatan ini saya menyambut baik karena hanya pemimpin yang memiliki hati yang damai pantas memimpin semua suku di 12 kecamatan dan 12 kelurahan dan 69 desa. Pemimpin itu sama seperti matahari datang untuk semua orang,” ujar Foni.

Willem Foni dalam kesempatan itu juga menyampaikan profisiat kepada panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.
“Kita menyampaikan profisiat kepada panitia yang melakukan kegiatan ini untuk mengingatkan kita tentang KDRT, semangat toleransi dan juga pilkada damai di daerah kita ini, mari kita tetap mempelopori kedamaian agar sukacita dan damai sejahtera selalu ada di daerah kita ini,” pungkas Foni.

Kegiatan long march tersebut diwarnai dengan membagikan setangkai bunga bagi masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan ketua tim penggerak PKK, Forkompinda, Pimpinan SKPD, para mahasiswa, TNI/Polri dan komponen masyarakat lainnya. (humassetdabelu/Yf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here