Jari Tangan Terputus ,Perusahaan Lakukan PHK Tanpa Santunan

0
1656

jari putusBATAM-Zonadinamika.com. Sungguh malang nasib Kenedy salah satu karyawan PT Pratama Widya tidak mendapatkan klaim ansuransi jiwa akibat kecelakaan kerja mengakibatkan jari tangan penunjuk putus sehingga cacat total.

Tragisnya lagi pihak perusahaan terkesan ingin menghilangkan hak si pekerja berupa pembayaran satunan akibat cacat total dan melakukan pemutusan hubungan kerja sepihak dengan dalih pekerjaan proyek sudah selesai.Pada hal sesuai dengan UU NO 3 Tahun 1992 tentang jaminan sosial tenga kerja menyebutkan.

“Setiap perusahaan wajib melaksanakan program jaminan sosial bagi pekerjanya”kenyataan masih banyak perusahaan raksasa di kota Batam mengabaikannya sehingga berdampak buruk bagi karyawan yang mengalami cacat total pada saat kecelakaan jam lembur ,haknya pun di abaikan begitu saja oleh pihak perusahaan,hingga pemutusan hubungan kerja sepihak tidak mendapat kejelasan dari PT.Pratama Widya.

Pajar saat di konfirmasi awak media ini di tempat kediamannya di Bengkong menuturkan “Saya dan teman-teman sangat merasa kecewa terhadap sikap dan tanggungjawab oleh manejemen PT.Pratama Widya yang tidak mengikut sertakan kami dalam program jamsostek /BPJS sehingga hak-hak kami sebagai karyawan tidak pernah mendapatkan jaminan sosial tenaga kerja seperti di perusahaan-perusahaan lain.

Bahkan kami sangat jauh lebih tertinggal di bandingkan dengan karyawan lain yang setiap bulannya mendapatkan slip pembayaran gaji,kartu NPWP bahkan pembayaran penghitungan jam lembur sesuai dengan ketentuan UU NO 3 Tahun 2013 tentang ketenaga kerjaan,sedangkan kami pembayaran jam lembur Rp.5000/jam.

Bahkan PT.Pratama Widya melakukan pemutusan hubungan kerja sepihak bukan secara tertulis melainkan secara lisan,dan kami resmi di berhentikan pada tanggal 02-05-2015 ,pihak perusahaan sampai saat ini belum melakukan pembayaran gaji ,sementara hak kami selama ini sudah di abaikan begitu saja ,jelasnya.

Kenedi salah satu korban kecelakaan yang mengalami patah jari tangan pada saat kerja di jam lembur menjelaskan “Sampai saat ini PT.Pratama Widya belum ada melakukan pembayara ansuransi berupa,santunan cacat sampai terjadi pemutusan hubungan kerja sepihak.

Tanggal: 12-5-2014 saya mulai bekerja di PT.Pratama Widya,kejadian kecelakaan kerja pada jam lembur pada tanggal 30-12-2014 jam 19.00 wib di lokasi proyek.Saya awalnya sangat berharap kepada pihak perusahaan tidak mempunyai niat untuk menghilangkan hak saya ,tetapi sampai saat ini hingga terjadi pemutusan hubungan kerja dana ansuransi pemberian berupa santunan di abaikan begitu saja.

Dari mulai bulan 12 sampai bulan 5 ,tidak ada kepastian ,bagaimana pertanggungjawaban Disnaker maupun pemerintah terhadap pengawasan ,kenapa terjadi pembiaran perusahaan besar bisa beroperasi sekian lama tanpa melihat seperti apa kesejahteraan para karyawan tersebut.Saya hanya mau kepastian dari Disnaker kota Batam dan wakil rakyat (DPRD) Bagaimana sebenarnya kejelasan penerapan aturan dan hukum.

“jika salah satu perusahaan tidak terdaftar karyawannya kepesertaan Jamsostek/BPJS ,jika terjadi kecelakaan di jam kerja hingga mengakibatkan cacat total ,sementara pihak perusahaan tidak mau membayar ansuransi ,langkah apa yang harus saya tempuh”dan sanksi apa yang akan di berikan pemerintah terhadap pihak perusahaan,jelasnya.

Saat awak media ini melakukan konfirmasi kepada pihak HRD PT.Pratama Wijaya ibu SRI ,mengatakan “Mohon maaf untuk saat ini saya tidak bersedia melayani konfirmasi pihak media ,Apalagi jika saat melakukan pembicaraan maupun wawancara sering melakukan perekaman suara.Masalah ini biar saya bicarakan dan di selesaikan dengan karyawan kami sendiri.Kalau ingin wawancara terkait kasus ini sebaiknya saya jadwalkan dulu ,mungkin bisa besok ,lusa menunggu ada pemberitahuan dari pihak HRD PT.Pratama Widya ,jelasnya.(SS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here