Penerapan Meter Parkir DKI, Sandiaga Uno Anti Peradaban Modern?

0
373

JAKARTAZonadinamika.com. Menolak parkir meter sepertinya Sandiaga Uno anti peradaban modern, apakah dia bermaksud membuat DKI Jakarta ibukota tertinggal?.

 

Memerperhatikan nasib juru parkir penting tapi Dengan cara mendidik mereka memahami perkembangan jaman. Juru parkir harus menyesaikan diri Dengan tuntutan jaman bukan jaman menyesaikan diri juru parkir. Dan Sandiaga bermaksud pemprov DKI menyesuaikan diri dgn tuntutan juru parkir Dan sama saja anti peradaban modern.

Sandiaga , konglomerat biasa menghirup peradaban modern Amerika, Eropa Dan negara maju lainnya tapi dia tidak ingin Jakarta seperti New York , Sydney Atau Paris.
Menganggap parkir meter tidak Cocok dgn watak warga DKI, artinya Sandiaga menghina intelegensi warga DKI, sepertinya mereka cuma warga idiot.

Yang perlu dilakukan adalah pemberdayaan juru parkir untuk alih profesi betapapun bodohnya mereka. Nggak masuk akal, pemprov Kok ngikutin cara berpikir juru parkir. Kelihatan intelegensi Sandiaga dimana. Demikian di komentar Maryana Rooney pembaca BeritaSatu.com

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama tak habis pikir dengan penilaian Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno yang menyebutkan jika penerapan parkir meter di DKI tidak sesuai dengan karakter warganya.

“Saya tidak mengerti juga ya, saya tidak komentarlah!” ujar Basuki di Balai Kota, Rabu (3/5).

Kendati demikian, Basuki menyebutkan jika penerapan mesin parkir meter di wilayah DKI, kebocoran pendapatan dari parkir kendaraan bisa ditekan dengan sangat baik.

Ia juga membantah keras dengan penerapan parkir meter atau Terminal Parkir Elektronik (TPE) tidak memberdayakan masyarakat untuk menghasilkan pendapatan.

“Kami berdayakan semua tukang parkir meter, malah dapat gaji gede UMP. Anaknya bisa dapat KJP, naik bus tidak bayar. Mungkin ormas-ormas tidak dapat duit kali ya (karena penerapan parkir meter),” pungkasnya.

Pemasangan TPE di DKI sendiri merupakan salah satu sistem dalam transportasi makro Ibukota yang harus diterapkan. Saat ini di beberapa lokasi, DKI sudah menerapkan TPE seperti di Jalan KH Agus Salim dan kawasan Boulevard Kelapa Gading. Penerapannya memberikan pendapatan yang sangat besar kepada Pemprov DKI Jakarta dan kebocoran oleh oknum tidak bertanggugjawab atas pendapatan tersebut. (AN)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here