Tahanan KPK Kompak Mendukung Anies-Sandi

0
309

JAKARTA – Zonadinamika.com. Ada pemandangan menarik dari dalam tahanan Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK),dimana para penghuni tahanan yang tersangkut kasus korupsi tersebut sedikitnya ada 13 tahanan bersama-sama dan kompak dukung pasangan no 3.

Dengan menunjukan 3 jari sebanyak delapan dari 13 tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memiliki kartu tanda penduduk DKI Jakarta dengan wajah tenang dan gembira sambil mengacungkan 3 jari menggunakan hak pilihnya dalam putaran kedua pemilihan gubernur, Rabu (19/4).

Mereka mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) yang disediakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Karet Setiabudi di Gedung KPK lama, Jalan HR Rasuna Said Kavling C1, Jakarta Selatan.

Meski tidak terang-terangan, tujuh dari delapan tahanan ini kompak memilih pasangan nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Setidaknya hal itu terlihat dari tiga jari tangan mereka yang diangkat saat berfoto bersama usai pencoblosan.

“Pasti menang nomor tiga,” kata mantan anggota Komisi V DPR dari Fraksi PAN, Andi Taufan Tiro, sambil mengacungkan tiga jari kepada awak media.

Mantan Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar yang menjadi tersangka kasus dugaan suap uji materi UU nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan merupakan tahanan KPK pertama yang menggunakan hak pilihnya.

Patrialis yang tak menggunakan hak pilihnya saat putaran pertama 15 Februari lalu, terlihat mengenakan batik berwarna cokelat. Saat disinggung mengenai pilihan politiknya, Patrialis enggan menjawab maupun memberikan isyarat terkait pilihannya.

“Terima kasih ya, (saya) sudah ya (nyoblos)‎,” katanya singkat.

Setelah Patrialis, Dirut PT Merial Esa, Fahmi Dharmawansyah mendapat giliran berikutnya untuk menggunakan hak pilih. Saat tiba di Gedung KPK, Fahmi yang menjadi terdakwa perkara dugaan suap kepada pejabat Bakamla telah memberikan isyarat dengan mengacungkan tiga jarinya. Namun, usai mencoblos, Fahmi tak berkomentar apapun kepada awak media.

Setelah Fahmi, tahanan KPK berikutnya yang menggunakan hak pilih adalah Andi Zulkarnaen Mallarangeng atau Choel Mallarangeng, adik mantan Menpora Andi Mallarangeng. Secara tersirat, terdakwa perkara dugaan korupsi pembangunan gedung olah raga di Hambalang, Jawa Barat ini memilih pasangan calon nomor urut tiga.

“Hatiku tidak mendua,” ungkapnya.

Direktur Utama PT Mahkota Negara Marisi Matondang yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan rumah sakit khusus untuk pendidikan tahun anggaran 2009 di Universitas Udayana, Bali mendapat giliran berikutnya. Anak buah mantan Bendum Partai Demokrat ini tak berkomentar apapun kepada awak media.

Setelah Marisi, giliran Country Director PT EK Prima Ramapanicker Rajamohanan Nair yang masuk bilik suara. Usai mencoblos, terdakwa perkara suap kepada pejabat Direktorat Jenderal Pajak ini mencelupkan jari ke dalam tinta dan mengacungkan tiga jarinya.

Selanjutnya tahanan KPK yang masuk ke bilik suara adalah anak buah Fahmi Darmawansyah, Muhammad Adami Okta. Namun, Adami yang juga terdakwa perkara suap kepada pejabat Ditjen Pajak tak berkomentar apapun. Usai Adami, giliran mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi yang masuk bilik suara. Sanusi yang terjerat kasus suap Raperda Reklamasi Jakarta menantang awak media untuk menebak pilihan politiknya.

“Sudah pasti tahu dong,” kata Sanusi yang merupakan adik dari Ketua DPD Partai Gerindra M Taufik ini.

Tahanan KPK terakhir yang menggunakan hak pilihnya adalah Andi Taufan Tiro. Politisi PAN yang terjerat kasus suap proyek Kempupera ini secara tegas menyatakan dukungannya pada pasangan calon nomor tiga.

Selain Patrialis yang langsung masuk ke sel tahanan, tujuh tahanan KPK lainnya yang mengenakan rompi tahanan sempat berfoto bersama usai pencoblosan. Mereka kompak mengacungkan tiga jari.

Choel mengatakan, siapapun yang terpilih nanti harus berbuat yang terbaik untuk Jakarta.

“Siapapun yang menang, berbuat terbaik untuk Jakarta. Untuk kita semua,” ungkapnya.

Usai menggunakan hak pilihnya, para tahanan ini langsung masuk ke mobil tahanan yang membawa mereka ke sel tahanan masing-masing.(an)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here