Pencoblosan Ulang Pilgub DKI, TPS 29 Kalibata, dan TPS 1 Kemayoran

0
332

JAKARTA-Zonadinamika.com. Sejumlah warga kalibata kembali berbondong-bondong datang untuk memberikan hak suara pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI, tepat pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) 29, RT 07/RW 05 Kelurahan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan warga melakukan pemungutan suara ulang, Minggu (18/2). Pemungutan suara ulang dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Pemungutan suara dilakukan setelah ditemukan dua orang di lokasi tersebut menggunakan formulir C6 yang bukan miliknya untuk memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada 15 Februari lalu.

Pantauan merdeka.com di lokasi, warga terlihat antusias kembali menggunakan hak suaranya. TPS yang terletak di permukiman padat dekat Jalan Warung Buncit Raya itu dipenuhi oleh warga yang ingin menggunakan hak suaranya. Selain itu, warga yang tak terdaftar di TPS tersebut juga terlihat memenuhi lokasi.

“Mau lihat aja,” kata salah seorang warga, Alan di TPS 29.

TPS 29 di Kelurahan Kalibata menjadi satu dari dua TPS yang menjadi lokasi pencoblosan ulang. Satu TPS lainnya berlokasi di Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Jakarta Selatan Muhammad Ikbal menjelaskan, TPS 29 terdaftar sekitar 491 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pemungutan harus dilakukan setelah ada warga yang mewakili anggota keluarga lainnya mencoblos.

“Warga ini lengkap membawa formulir C6 lengkap dengan Kartu Keluarga. Dia bilang mau mewakili saudaranya di Kanada. Nah, akhirnya Ketua KPPS meminta pendapat kepada Panwas dan Saksi yang hadir. Nah disetujui untuk pemungutan ulang,” kata Ikbal di lokasi, Minggu (18/2).

Pemungutan suara akan dilakukan sampai pada pukul 13.00 Wib. Saat ini, warga masih menggunakan hak suaranya di TPS 29 tersebut.

Sementara hal yang sama Pemungutan suara ulang (PSU) diselenggarakan di TPS 01, Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran. PSU dilaksanakan setelah ada laporan dari Panwascam.

Menurut anggota KPU Jakarta Pusat, Ferid Nugroho, PSU dilakukan karena ada dua orang yang menggunakan surat C6 milik orang tuanya untuk mencoblos.

Diki Aulia Rahman dan istrinya dulu merupakan warga Utan Panjang, namun tambah Ferid, keduanya sudah bukan menjadi warga Utan Panjang lagi karena sudah pindah ke Kebon Kosong. Diki dan istrinya tidak terdaftar di TPS. Karena ketidaktahuan Diki, dia menggunakan surat C6 milik orangtuanya.

“Ketika C6 ini sampai ke orang tuanya dia pakai. Setelah diselidiki memang mereka tidak tahu mekanisme dalam pelaksanaan. Karena tidak terdaftar maka memakai punya orang tuanya,” ungkap Ferid di TPS 01, Utan Panjang, Minggu, (19/02).

Ferid menceritakan karena saat itu dalam kondisi riuh, panitia tidak memperhatikan surat C6 yang digunakan. Total DPT di kelurahan Utan Panjang 601.

“Karena waktu itu riuh jadi enggak memperhatikan. C6 kan enggak harus dilihat KTP dan lain-lain,” paparnya.

Panitia PSU adalah petugas dari kecamatan. Menurut Ferid, panitia PSU harus diganti.

“Aturannya kita ganti yang bertugas dari kecamatan. Karena kalau kita pakai lagi (panitia lama) kan bermasalah,” pungkasnya [an]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here