Pasien RSUD Kabupaten Bekasi Tidak Bisa Berikan Hak Suara

0
299

BEKASIZonadinamika.com.  Berdasarkan pantauan di RSUD Kabupaten Bekasi, pasien yang dirawat inap hingga Rabu (15/2) tidak dapat menggunakan hak suara di Pilkada Kabupaten Bekasi. Hal ini lantaran, petugas KPU tidak membuka TPS ke rumah sakit tersebut.

Berdasarkan keterangan Dirut RSUD Kabupaten Bekasi, Sumarti, ada 102 pasien dewasa yang kondisinya sadar. Mereka kehilangan hak suaranya karena hingga pukul 13.00 WIB, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Wanasari, Kecamatan Cibitung tidak datang ke rumah sakit milik pemerintah daerah ini.

“Sekitar 70 persen pasien yang dirawat inap merupakan warga Kabupaten Bekasi. Kondisinya sadar dan dapat berinteraksi dengan orang lain,” kata Sunarti.

Dengan demikian, sekitar 71 pasien rawat inap kehilangan hak suara yang sudah diatur konstitusi. Mirisnya, hak suara para pasien ini terpaksa hilang karena tidak ada petugas KPPS yang datang ke lokasi.

“Kami sudah mengajukan surat permohonan kepada petugas PPS (panitia pemungutan suara) Wanasari sejak Senin (13/2). Esok harinya kami kirim surat tembusan ke Kecamatan Cibitung tapi pada hari pencoblosan tidak ada petugas yang datang ke RSUD. Ini menjadi masukan buat kami agar tidak terulang di kemudian hari dan saya juga sudah meminta maaf kepada pasien,” tuturnya.

Sedangkan, pegawai hingga dokter di RSUD Kabupate Bekasi, kata dia, telah diberi kesempatan untuk mencoblos sebelum masuk kerja. “Pegawai yang shift pagi diberi kesempatan untuk mencoblos sebelum masuk kerja, kami beri waktu agar datang agak siang setelah mencoblos,” imbuhnya.

Terkait hal ini, Idham Holik mengaku masih menelusuri permasalahan tidak adanya petugas KPU di rumah sakit. “Masih kami telusuri masalahnya ke petugas PPK Cibitung,” katanya.

Namun di desa sama yang sama, petugas PPS mendatangi RS Cibitung Medika, tidak juga dari RSUD Kabupaten Bekasi.

Ketua PPS Wanasari, Prasetyo, mengatakan pihaknya hanya diinstruksikan untuk membuka TPS di RS Cibitung Medika. “Kami hanya mengikuti instruksi Ketua PPK Cibitung untuk membuka TPS di RS Cibitung Medika, tidak di RSUD Kabupaten Bekasi,” ungkap Prasetyo.

Dia menjelaskan alasannya, karena pasien yang dirawat di RS Cibitung Medika berdomisili di Desa Wanasari ada sembilan orang. “Sesuai dengan domisili tempat tinggal pasien. Kalau pasien tinggal di luar Desa Wanasari, kami tidak berhak menyalurkan hak pilih mereka. Semestinya, PPS setempat yang mendatangi rumah sakit, sesuai dengan domisili pasien,” ucapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here