KASUS PENEMBAKAN PANIAI , NEGARA HARUS AKUI BAHWA INI MURNI HAM

0
607

TIMIKA-Zonadinamika.com Pada tertanggal 8 Desember 2014 lalu adalah tanggal terjadinya peristiwa  penembakan oleh militer Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kabupaten Paniai yang menewaskan 4 anak Pelajar yang di sebut manusia penerus Bangsa dan beberapa Warga Sipil  mengalami luka-luka yang serius yang dilakukan oleh Militer Indonesia.

 

Peristiwa itu sudah mencapai tiga tahun. Tetapi, hingga kini belum ada tanda-tanda penyelesaianya yang jelas. Hal ini ditanggapi oleh Musa Boma Aktivis Papua

 

Saya sangat memprihatinkan dengan cara kerja Negara soal kemanusiaan di Papua ini karena nilai manusia adalah nilai yang paling mulia karena manusia itu secitra dan sewaja dengan Tuhan Yesus itu sendiri.

 

Saya sangat bingun Negara ini apakah Komnas HAM ada gigi, TNI/Porli tak mungkin diharapakan lagi, Presiden hanya janji, siapa lagi keluarga korban akan mengadu atas kasus itu maka musti Negara yang pelaku dan negara yang bertanggun jawab

Namun“Kata Bupati kami sudah terimaTim Ad Hoc kasus Paniai Berdarah masing-masing Dr.Manger Nasution, Frits Ramandey dan Yorgen Numbery dengan rekan-rekan lainnya,” kata Bupati Hengky Kayame pada Selasa, (22/11/2016)

Musa Boma aktivitas Papua mendesak kepada Negara harus tuntaskan kasus Paniai berdarah dan Negara harus mengakui bahwa benar ini Negara telah melakukan pelanggaraan HAM berat kepada dunia Internasional dan pihak pelaku harus di berikan hukuman mati karena apa, 4 pelajar sudah mati namun pelakuNya hingga kini se-enakNya hidup itu tidak pantas

 

Karena satu fakta yang tak bisa kita pungkiri adalah 4 pelajar adalah benar tima pas Milik Negara yang di tembak oleh Militer Indonesia

 

Musa Boma Aktivis Papua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here