Masyarakat Mogodagi Kapiraya Minta: Pemda Meepago Mempercepatkan Masalah Tapal Batas

0
467

PAPUA-Zonadinamika.com. Masyarakat Meepago terutama bagian selatan Dogiyai meminta Pemda membenahi titik batas di wilayah perbatasan antara Dogiyai dengan Mimika. Pasalnya, Masyarakat Dogiyai yang berdomisili di bagian selatan Dogiyai di Kapiraya sampai saat ini berada dalam permusuhan antar suku.

Sejak tanggal 23/10/2015 pernah terjadi perserangan antara dua suku yang berbeda, diantaranya suku Kamoro dan suku Mee hingga terjadinya satu orang luka – luka berat, satu orang tewas mati dan empat orang lainnya luka – luka ringan.

Berikut nama – nama korbannya:
1. Luka – luka ringan
– Menase Dimi
– Melkias Kotouki
– Demianus Dimi
– Petrus Kotouki
2. Luka – luka ringan
– Derek Wogee
3. Mati tewas
– Donatus Dimi

Hal itu terjadi karena belum adanya perhatian dari pemda Dogiyai dan Deiyai mengenai dimana letak keberadaannya rakyat kita, Padahal di Kapiraya adalah wilayah Meepago. Selain itu, kedua pemda tersebut sampai saat ini tak pernah berbicara tentang tapal batas. Ternyata Kapiraya adalah wilayah Meeuwodide yang penuh dengan Kekayaan alam.

Masyarakat Mogodagi berharap ini adalah tanggung jawab bersama pemerintah daerah dan masyarakat adat Meepago dan harus berusaha bekerja sama untuk memutuskan permasalahan tapal batas di Mogodagi Kapiraya. Fokusnya bagian – bagian perbatasan antara beberapa kabupaten/kota di Meepago.

Saya yakin bahwa jika adanya koordinasi dalam menangani masalah tapal batas di perbatasan antara beberapa kabupaten/kota tersebut dari pemda berarti akan membawa dampak positif.

Kalau tidak mau menyesalkan dikemudian hari bagi masyarakat adat Meepago oleh Pemerintah kabupaten Dogiyai dan Deiyai berarti dalam jangka waktu yang dekat harus dituntaskan tentang penyelesaian masalah tapal batas antara Kabupaten Deiyai, Dogiyai dan Mimika tersebut.

Menyikapi itu, Kepala suku Mogodagi di Kapiraya Petrus Kotouki mengklaim pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Pemkot Dogiyai pada tahun 2015 dan Deiyai pada tahun 2016, tapi dari koordinasi penanganan titik penyelesaian masalah tapal batas kepemerintah tersebut isampai saat ini belum direspon balik oleh kedua pemda tersebut.

Jikalau masalah ini tidak ditangani oleh kedua pemda, maka Mogodagi di Kapiraya siap bergabung dengan Kabupaten Mimika, tutupnya.

Musa Boma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here