Guntur Romli: Akun Si Buni Yani Tuding Ahok Lecehkan Agama, Sahabat Anies Baswedan

0
615

JAKARTA-Zonadinamika.com.Polemik video calon petahana Basuki Tjahaja Purnama terkait Surat Al-Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu berujung ke Polda Metro Jaya. Lantaran Relawan Ahok dari Komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja) melaporkan sebuah akun jejaring sosial Facebook yang diduga menyunting video tersebut.

Anggota Tim Pemenangan Ahok – Djarot bidang Kampanye dan Sosialisasi Guntur Romli mendukung langkah hukum tersebut. Sebab pihaknya menduga penyunting video tersebut masih berkaitan dengan salah satu pesaing Basuki atau akrab disapa Ahok itu dalam Pilkada DKI 2017 mendatang.

“Ya karena kan pertama kali si orang ini, Si Buni Yani setelah dilacak, ternyata kan timnya lawan sebelah. Ini kan dia juga nyebar nyebar. Kalau kami kritis, orang independen kami biarkan aja, tapi kalau punya preferensi ini kan yang harus diusut. Bahaya isu SARA kalau ini diangkat,” katanya di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/10).

Dia mengungkapkan, pengunggah video tersebut bukanlah kader dari Partai Keadilan Sejahtera. Melainkan salah satu sahabat dari bakal calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra Anies Baswedan.

“Satu alumni sama Anies Baswedan, deket sama Anies Baswedan,” terangnya.

Guntur mengaku, tidak pernah terbersit sedikitpun untuk memenjarakan oknum tersebut jika oknum tidak memiliki kedekatan dengan salah satu pasangan calon. Alhasil, mereka terpaksa membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Sebelumnya dia pendukung Ahok, ini karena primordial satu almamater dan sebagainya. Bahaya kalau isu SARA diangkat ini bisa kaya Tanjung Balai, apalagi ini agama,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Kotak Adja Muanas Alaidid mengatakan, suntingan video Ahok yang dipotong dalam akun Facebook ‘SBY’ itu telah menimbulkan polemik di masyarakat yang kemudian menjustifikasi Ahok telah melakukan penistaan agama.

“Kami mengurut dan hasil investigasi kita menemukan bermula dari akun facebook bernama ‘SBY’. SBY bukan mantan presiden kita, tapi namanya Si Bunni Yani,” ujar Muanas kepada wartawan usai melapor di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (7/10). (sumber Merdeka.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here