Papua, Butuh Pemimpin Sejati

0
499

JAYAPURA – Zonadinamika.Com Yakobus Butu mengatakan bahwa Papua butuh pemimpin sejati. “Kebutuhan akan pemipin sejati ini harus mau dipahami bersama oleh setiap pihak yang tinggal di Papua. Kita ini harusnya merasa diri punya tanggung jawab segera untuk berpikir bagaimana membangun pemimpin-pemimpin muda yang handal bagi masa depan Papua dari sekarang. Dan perjuangan hari ini tentunya merupakan penentu sejati bagi kehidupan manusia dan alam Papua ke depan nanti.”, Beber Yakobus yang pernah menyelesaikan studinya dari USTJ pada angkatan 2010 itu

Dalam belajar debat ilmiah tentang “Krisis Pemimpin dan Kepemimpinan di Papua”, yang dihadiri oleh puluhan Mahasiswa, Pelajar dan masyarakat di Aula Bhayangkara, senin 13/08/2016,  Jack berpendapat, “mengingat Papua diwarnai dengan krisis kepemimpinan, bagi saya kita sebenarnya butuh pemimpin sejati dari sekarang demi pembangunan Papua yang sungguh-sungguh adil, damai dan sungguh sejahtera. Kebutuhan ini dituntut kerja keras dari setiap kita untuk membangun sumber daya manusia bagi Papua ke depan. Jika manusianya tidak disiapkan secara matang mulai dari sekarang, maka rakyat dan alam Papua ini akan dibangun  oleh siapa?”, Tegas Jack yang bekerja sebagai peduli Rakyat Papua ini

Tanpa mengatas namakan siapun, dia mengemukan ada tiga hal mendasar dalam rangka memenuhi kebuhan kita akan seorang pemimpin sejati yakni, pengkaderan, dialog kemerdekaan dan rasa kepemilihan bersama atas anak-anak muda Papua. pertama, menurut dia pengkaderan atas anak-anak muda Papua harusnya dibangun dengan memberikan tugas dan kepercayaan yang seluas-luasnya oleh para pemimpin Papua sekarang. Nasib hidup mereka harus dijamin secara wajar oleh pemimpin sejauh bisa buat. Ini penting karena mereka butuh perhatian penuh dari pemimpin pemerintah dan Gereja secara penuh pula. Mereka ini juga harus mau diberi kepuasan yang dinyatakan dengan memenuhi kemauan mereka dalam control moral, etika dan budaya.

Kedua, dalam konteks dialog kemerdekaan, dia bilang, anak-anak muda Papua harus dipandang sebagai anak-anak Allah yang bebas dan merdeka agar mereka bisa akan jadi pemimpin sejati. Mereka harus diperlakukan sebagai pribadi bebas dalam kemerdekaan Allah. Atas hal ini, mereka mesti diajak bicara, cerita rileks dan berdialog dari wajah ke wajah, sehingga melalui dialog seperti ini nilai-nilai moral, injili dan budaya dapat ditanamkan dalam diri mereka. Maka pandangan yang baik sebagai anak-anak Allah yang bebas dan tidak boleh saling memandang sebagai objek belaka harus perlu dibangun antara kita semua untuk mempersiapan pemimpin sejati bagi Papua ke depan.

Ketiga, dalam mempersiapkan pemimpin sejati, kita harus punya rasa kepemilikan bersama. Setiap anak-anak muda siapapun dia adalah milik bersama karena mereka ini adalah asset pemerintah dan Negara West Papau. Anak-anak muda Papua adalah pilihan terbaik bagi pemimpin Papua sekarang. Jika kita punya rasa kepemilikan bersama maka otomatis tetap akan ada perhatian secara khusus dari pemerintah terhadap mereka ini. Demi masa depan Papua, mereka ini tetap akan dijaga baik dengan memperaktekkan secara serasi atas ketiga hal mendasar tadi. Beber Jack yang sedang menjabat sebagai Dewan Pembina Organisasi SIMAPITOWA di Jayapura itu.

Beberapa bulan sebelumnya, dari pondok sagu di sudut gunung Abepura, Butu yang sedang ancang-ancang jadi pemimpin sejati di Papu, juga pernah menandaskan tiga unsur yang serupa ini. Yang menarik saat itu, setelah saya bersama dia terpukau dalam para-para dialog yakni melayani rakyat dengan hati menjadi satu hal yang teramat penting bagi seorang pemimpin saat ini.

“Karakter dasar pemimpin sejati itu bukan dilayati melainkan melayati rakyat tanpa batas dengan segenap hati, pikiran dan dengan kepenuhan semua kekuatan tubuh. Itu berarti menjadi seorang pemimpin bukan hanya pintar, terpenting tetapi yang paling lebih terpenting bahkan mendasar lagi adalah menjadi pemimpin yang bijaksana dan baik bagi semua orang” ujarnya.

Menutupi debat ilmiah itu, Jack pernah menyimpulkan bahwa untuk mempersiapkan pemimpin sejati bagi masa depan Papua, ketiga hal di atas merupakan jalan utama bagi para pemimpin Papua sekarang. Sambil dia memberikan dukungan kuat terhadap program prioritas pengembangan 1000 Doktor dari Gubernur Lukas Enembe dan Walkil Gubernur Klemens Tinal itu, ada kesepakatan bersama bahwa dia bersama anak-anak didiknya  mau segera memperbaiki diri dengan mengembangkan ketiga jalan kepemimpinan yang diulas di atas.

Semua pihak, baik para pemimpin Papua, anak-anak muda maupun rakyat kita sekarang ini diajak perlu untuk membangun kesadaran bersama dan bersatu dalam upaya membangun Papua secara sejati meskipun dianggap butuh proses yang panjang dalam melaksanakan kepemimpinan, yang sungguh-sungguh mau menyediakan gegerasi muda bangsa Papua ke depan. Kata dia. (Musa Boma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here