Keberadaan Indonesia di Papua Hanya Menghancurkan dan Mengorbankan Rakyat Papua

0
489

Nabire,Zonadinamika.com.Kehidupan sebagai masyarakat rakyat mempunyai hak untuk berbuat apa hilang di telan datangnya sang waktu kejam. Sang waktu yang dimaksud adalah mereka yang membuat tatanang kehidupan semakain tidak aman, tantangan kehidupan terusak oleh injaran dan anggapan koyol di negeri kami West Papua

Realita hidup masyarakat saat ini wilaya meepago sangat di sayangkan, kahidupan yang dahulu sebelumnya dan sekarang sangat berbeda, dengan adanya penguasahan militer di wilayah Meepago, masyarakat semakin takut untuk berkebun, berternak dan bergerak sebagai manusia yang mempunyai hak untuk berbuat semaunya didunia.

Dogma militer, kecurigaan militerterhadapa masyarakatdan cap-cap seperti separatis. Pengacau terlihat sangat kental dilakukan militerIndonesia. Orang berambut gimbal, penggunaan noken bintang kejora, penggunaan gelang bintang kejora, orang yang berpakaian copang-camping, dan orang yang terlihat gila terus di cap separatis, pengacau keamanan, OPMdan cap-cap lain terhadap masyarakat adat di wilayah Meepago.

Cap-cap militer yang selalu digunakan sepertiseparatis; “Pengacau keamanan, OPM dan lain-lain“,ini tidak hanya terjadi pada aktivis HAM yang selalu eksis menyuarakan aspirasi rakyat di wilayah Meepago dan seluruh West Papua.
Tetapi cap-cap tersebut digunakan militer terhadap masyarakat adat yang mempunyai tanah dan hak ulayat di atas tanah West Papua khususnya wilayah Meepago.

Kador dan cap yang digunakan ini sebagai jembatan untuk, mengintoraksi rakyatPapua, mengeroyok rakyat, menahan rakyat Papua, menjeret rakyat Papua kedalam terali besih, menembak rakyat, membunuh rakyat Papua yang tak berdosa dan memusnakan rakyat Papua dari teritoria West Papua khususnya diwilayahMeepago, ketika cap koyol itu berlalu dan diterapkan Militer Indonesia di West Papua, banyak rakyat menjadi korban, hanya dihilangkan atas nama negara, aktivis ham dibunuh dengan alat negara “Senjata” Militer Indonesia.

Teis Hiyo Eluai, Mako Tabuni, Kelly Kualik, Hubertus Mabel dan aktivis Papua yang dibunuh terang-terang oleh Militer Indonesia belum juga diungkap pelakunya. Belum lagi ribuan rakyat Papua yang dibunuh oleh Militer Indonesia terhitung dari tahun 1960-an hingga sekarang ini.

Kekerasaan yang dilakukan Militer Indonesia di wilayah Meepago dalam Decade tahun 2014 sampai Juni 2015 belum juga di ungkap pelakunya. Walau itu terang terang dilakukan Militer Indonesia di wilayahMeepago, walaupun terang-terang dilakukan oleh Militer Indonesia. Militer terus menipu di media massa, media elektronik bahkan menyembunyikan dan memelihara pelaku kejahatan. (Frans Pigai)

Sumber: Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat KNPB Wilayah Nabire, (Deserius Goo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here