Kinerja Buruk, Ahok Kembali Geser Sejumlah Pejabat DKI Jakarta

0
708

Jakarta,Zonadinamika.com. Seribuan lebih PNS DKI dari eselon II, III dan IV dirotasi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, hari ini. Rotasi ini dilakukan berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Nomor 14-52 Tahun 2016 tanggal 7 Januari 2016 tentang pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan administrator.

Untuk eselon II, ada sejumlah kadis yang berganti posisi. Posisi paling menonjol dirotasi di Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang sebelumnya disorot Ahok, sapaan Basuki.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta yang dulu dipimpin Purba Hutapea kini dijabat Catur Laswanto. Sedangkan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, yang dulu dipimpin Arie Budhiman, kini dijabat Sopan Adrianto.

Selain dua dinas itu, ada sederet nama baru dijajaran eselon II. Seperti Yurianto menjabat sebagai Kepala Badan Pembinaan BUMD dan Penanaman Modal Provinsi DKI, Subagyo sebagai Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, Bowo Irianto sebagai Wakil Dinas Pendidikan Provinsi DKI, Yayan Yuhana sebagai Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta.

Kemudian untuk eselon lain yang dilantik ada nama, Junaedi Nelman, menjabat Kasudin Bina Marga Jakarta Barat, Anastasia Savitri sebagai Kasubbag TU Bina Marga Jakbar, Anak Agung Ayu Artiningsih sebagai Wakil Direktur Bidang Keuangan RSUD Pasar Rebo. Ahmad Salahudin sebagai Camat Matraman dan Debby Novita Lurah Tanjung Barat

Untuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan, sebelumnya memang sempat disorot Ahok karena pengajuan anggaran yang begitu besar di APBD 2016. Selain itu, ada permasalahan kinerja lainnya yang dianggap tak maksimal.

Sosok Purba Hutapea dan Arie Budhiman tentu bukan orang baru di lingkup kepala dinas DKI Jakarta. Keduanya sudah menjabat kepala dinas sejak era Gubernur Fauzi Bowo.

Di zaman Fauzi Bowo, Purba menjabat Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil. Sedangkan Arie menjabat kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Keduanya menempati posisi itu cukup lama.

Dengan dirotasinya Purba dan Arie, maka satu persatu pejabat era Foke sudah mulai habis di tataran kepala dinas. Sejak Jokowi masih menjadi gubernur satu persatu pejabat era Foke yang berkinerja buruk dicopot. Kondisi serupa terus terjadi setelah kepemimpinan DKI berpindah tangan ke Ahok.