Pemulihan Pecandu Narkoba di Indonesia dalam Rehablitasi 100 000 000 jiwa

0
796

Batam, Zonadinamika.com- Pemerintah Indonesia mempridiksikan Tahun 2011 sampai 2015 Indonesia sudah bebas Narkoba, Tetapi kenyataanya peredaran narkoba di Indonesia tambah marak dan bisa dikatakan “ darurat narkoba” yang disebabkan Negara Indonesia khususnya Batam yang dikelilingi pelabuhan tikus berdekatan dengan Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapure.

Pemulihan Pecandu narkoba di Indonesia yang sekarang dalam rehablitasi 100 000 000 jiwa, maka BNN mempunyai program untuk mencegah maraknya peredaran Narkoba, dan program BNN inipun melibatkan seluruh intansi pemerintah maupun elemen masyarakat sebagai salah satu wujud dari pemerintah menanggulangi bahayanya narkoba. Dimana Propinsi Kepri khususnya kota Batam sempat mendapat urut ke 2 terbesar se-Indonesia setelah Jakarta.

B.Pramiadi kepala penindakan BNN Propinsi Kepri saat di konfirmasi awak media ini di kantornya menjelaskan, Berdasarkan undang-undang nomor 35 tahun 2009,yang kedua kita mengacu pada inpres no 11 tahun 2011, Intruksi presiden nomor 11 tahun 2011 bahwa presiden mengintruksikan bahwa seluruh lembaga di kementrian atau di seluruh instansi itu wajib melaksanakan kegiatan P4GM, pencegahan,dan pemberantasan dalam peredaran narkotika.

Jadi seluruh instansi di wajibkan membuat aksi ,rencana lima tahun kedepan sampai 2015 .lalu pembuatan rencana aksi2011 seluruh instansi dalam hal ini,pemda kota maupun propinsi.membuat rencana aksi sesuai dengan fungsinya instansi-instansi tersebut.salah satu contohnya peranan Bea&Cukai,sudah melakukan penangkapan di dalam pelabuhan,bandara,kegiatan yang di maksud seperti itu.

Setelah itu kordinasi dengan BNN maupun di kepolisian bagian narkoba,untuk proses hukumnya di limpahkan baik ke BNN maupun ke polisian,itu peranan Bea&Cukai.
Sedangkan peranan imigrasi melaksanakankegiatan pemeriksaanterhadap orang asing yang masuk ke wilayah Indonesia, karena banyak orang asing yang menyeludupkan ,memperdagangkan narkoba masukke wilayah Indonesia,.kordinasinya ketingkat interpol, imigrasi malaysia, Singapore peranannya seperti itu.

Sementara pelaksanaan aksi di lakukan persemester,BNN sesuai peranan inpres nomor 11 tahun 2011 sebagai kordinator.BNN menkordinir seluruh instansi P4GM,laporannya di berikan dan di buat tembusannya enam bulan sekali.Tugas BNN menghimpun segala kegiatan P4GM.Kita BNN sebagai kordinator sudah melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberdayaan.

BNN sudah melakukan sosialisasi di mana-mana,sepertitahun 2014 di arahkan kepada anak-anak sekolah,Tahun 2015 keseluruh lapisanmasyarakat kita datangi,kita berikan sosialisasi apa bahaya-nya dan bagaimana untuk kesehatan kemudian proses hukumnya seperti apa.

B.Pramiadi menambahkan, anggaran dan anggota di BNN sangat terbatas,BNN hanya menyediakan narasumber untuk melakukan sosialisasi termasuk TNI, Polri,kalau semua instansimendukung melaksanakan kegiatan programundang-undang nmr 11 tahun 2011 ini, maka ditahun 2015 ini kedepan indonesia seharusnya sudah bebas narkoba. Karena dari tahun 2011 sampai 2015, program ini belum juga aktif, artinya sudah dilaksanakan tetapi belum juga aktif, makanya Tahun 2015 malah Indonesia daruratnarkoba,

Di dalam undang-undang No 35Pasal 70 Tahun 2009mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika, berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika; memberdayakan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika

Maka BNN membuat program untuk mengatasi 100.000.000 jiwa untuk pencanduh narkoba diseluruh Indonesia yang sudah di bina rehabilitasi. berhubung di seluruh Indonesia itu ada BNNP,maka Kepala BNN pusat perintahkanseluruh BNNP melakukan program kegiatan untuk menangani 100.000.000 pencandu untuk di rehabilitasi.

Kebetulan BNN kepri mendapatkantarget sampai tahun 2015, sebanyak 1313 orang,alhamdullilah. kalau mencapai terget 100 % tidak mungkin, karena keterbatasan anggaran,SDM, prasarana keterbatasan personil BNN.

Sesuai data pengawasan dan pembrantasan Narkoba di Kepri ini,alhambudillah untuk anak sekolahsaat ini belum ada jadi bandar,kalau pengguna itupun masih sebatas mencoba-coba,belum ada anak sekolahditemukan sampai tes tes urine. Kalau kita melihat data dari pemberantasan narkoba untuk kalangan pemakai /pengguna lebih banyak di kalangan pekerja.

Kalau untuk hiburan malam jam operasional itu berdasarkan izin hiburan yang di keluarkan pemerintah daerah,dan di kordinasikan dengan pihak kepolisian.Adapun program rehab tahun 2015 yang di lakukan BNN,sebagian pemberantasan narkoba melakukan razia sebanyak 30 kali ketempat-tempat hiburan.Adapun personil yang di libatkan dalam razia tersebut adalah:

BNN,TNI, POLRI,SAPPOL PP.Dalam razia ketempat hiburan malam dengan bersama-sama personil melaksanakan pemeriksaan lalu di lakukan tes urine,untuk sementara kita minta operasianal Diskotik di hentikan. Kalaupun dalam hasil razia di temukan barang bukti langsung di serahkan kepihak polresta Barelang untuk proses hukumnya,terangnya. B.Pramiadi. ( NGL/AMJOY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here