Ketua Umum Peradi Serukan Rekonsiliasi dan Konsolidasi Advokat

0
484

1432217140JAKARTA,Zonadinamika.com.  Saat ini, profesi advokat dinilai tengah berada di titik nadir. Sebagian besar masyarakat memandang negatif profesi advokat. Oleh karena itu, para advokat diajak untuk bersatu dan bersama-sama mengembalikan wibawa dan martabat seperti kejayaannya pada masa lalu.

Ketua Umum Persatuan Advokat Indonesia (Peradi), Juniver Girsang, mengatakan, pengurus Peradi periode 2015-2020 yang baru dilantik harus membuktikan bahwa organisasi advokat dapat bisa memayungi kepentingan seluruh advokat di Indonesia. Ketidakpuasan terhadap kinerja pengurus Peradi sebelumnya telah menyebabkan lahirnya organisasi advokat lain.

“Oleh sebab itu, semangat rekonsiliasi masih tetap menjadi salah satu misi yang harus diimplementasikan pengurus Peradi 2015-2020,” kata Juniver, Kamis (21/5).

“Saya optimistis di era kepengurusan yang baru ini, permasalahan yang ada di tubuh Peradi, baik internal maupun eksternal, dapat diselesaikan dengan baik,” imbuhnya.

Sebagai bukti adanya langkah rekonsiliasi tersebut, Juniver mengatakan sejumlah advokat yang sebelumnya keluar dari Peradi, kini berhasil dirangkul kembali dan masuk ke dalam kepengurusan baru yang dilantik.

Begitu juga dengan para advokat muda yang belum kunjung dilantik. Diakui Juniver, Peradi dilanda konflik internal. Namun, hal itu tidak akan menghambat pelantikan para advokat muda itu. “Kami justru mendorong agar para advokat muda segera dilantik, dan itu akan menjadi tugas kami para pengurus ke depan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Juniver mengaku bahwa internal advokat masih mengalami konflik. Hal yang dimaksud adalah keberadaan kelompok advokat lain seperti yang dipimpin Ketua Umum Peradi yang lama, Otto Hasibuan. Belakangan, konflik kian kencang seiring dengan munculnya rencana kubu Otto Hasibuan yang tetap bersikeras bahwa Munas belum selesai dan akan dilanjutkan di Pekanbaru, Riau.

Juniver menilai, bila hal itu dipaksakan tetap berlanjut di Pekanbaru, maka Munas tersebut tidak sesuai dengan AD/ART. “Secara aturan, itu tidak benar. Makanya kita bilang, jangan terlalu menekankan kepentingan pribadi. Mari kita ajukan kepentingan bersama,” tandasnya. (pan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here