Lagi Proyek Bongkar Pasang, Kali Ini Terjadi di SMPN 2 Warungpring

PEMALANG-Zonadinamikanews.com – Tragis memang, ditemukan lagi dugaan proyek bongkar pasang yang kali ini terjadi di SMPN 2 Warungpring.

Ironisnya, oknum pelaksana proyek atau pihak ketiga atau masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan pemborong, sama sekali belum mau hadir untuk dimintai keterangan terkait proyek tersebut.

Berdasarkan pantauan awak media bersama dengan LSM-PMPRI [Lembaga Swadaya Masyarakat – Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia] DPC Kabupaten Pemalang melihat adanya dugaan kejanggalan dan kenakalan dari pihak pekerja.

Saat pantauan awal, pembongkaran pagar sekolah belum terlihat dugaan kecurangan dan kenakalan dilokasi. Namun, saat dimulai pondasi, oknum-oknum pekerja tersebut mulai beraksi.

Batu bongkaran pagar lama, saat kami lihat, diduga telah dipasang lagi, hanya dengan modal membersihkannya dari semen yang lama. Hal tersebut diperkuat oleh keterangan Goro, yang notabene adalah mandor atau kepala tukang.

“Iya ini memang bongkar pasang [batunya]….. Ya nggak semuanya [dipasang batu bekasnya],” Ungkapnya.

Ironisnya, ketika awak media menanyakan bongkaran batu bekasnya dimana sisanya, Goro seperti enggan menjawab dan meneruskan pekerjaannya.

Tidak sampai disitu, saat awak media melihat ada besi pada pekerjaan slup, terlihat ada juga sebagian yang diduga menggunakan besi bongkaran pagar yang lama, namun tak lama kemudian terlihat Goro memerintahkan untuk dilepas dan segera untuk diganti dengan yang baru.

Mengetahui hal ini, ketua DPC PMPRI, Soleh dan tim segera mengingatkan pihak Kepala Sekolah SMPN 2 Warungpring agar memberikan teguran pada pihak ketiga agar tidak bekerja seenaknya sendiri.

“Ada kekurangan yaitu, tentang papan informasi. Seharusnya papan itu dipasang ketika proyek dimulai,” Tegasnya.

Lanjut Soleh, seharusnya juga ada gambar kerja atau denah kerja untuk pedoman dasar para pekerja dilokasi. Agar tidak bekerja seenaknya sendiri, karena bagaimanapun juga itu adalah uang dari negara yang notabene dari rakyat.

Disisi lain, Kepala Sekolah SMPN 2 Warungpring, Subkhi, S.Pd, saat dikonfirmasi, mengaku tidak tahu menahu soal detail proyek tersebut. “Proyek ini dikerjakan oleh CV, sekolah hanya sebagai pengguna hasil proyek,” Paparnya, kepada tim PMPRI dan media diruang tamu.

Terkait proyek tersebut, DPC LSM-PMPRI meminta kepada dinas pendidikan dan kebudayaan, untuk bertanggung jawab sepenuhnya. Dan Soleh, mengingatkan, tidak menutup kemungkinan LSM-PMPRI akan melakukan aksi kepada dinas terkait, apabila tidak segera ditangani oknum-oknum nakal yang bermain diproyek sekolah. [SatriyoAdie

BAGIKAN BERITA

You cannot copy content of this page