Ini Perkembangan Nagari Sungai Gimba Ulakan Setelah di Mekarkan Sejak 3,5 Tahun Lalu

0
218

Padang Pariaman Sumbar-ZonadinamikaNews.com.Semenjak terjadinya pemekaran nagari di Kecamatan Ulakan Tapakis bulan Oktober tahun 2016, Nagari Sungai Gimba Ulakan sudah memiliki banyak perubahan dan kemajuan. Terutama pada pengelolaan Badan Usaha Milik Nagari, yang ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat di Nagari.

Dibawah pimpinan Wali Nagari Irman Tiardi, A.Md beserta jajaran, disamping memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Nagari ini mulai mengepakkan sayapnya untuk pembangunan sarana prasarana Nagari dan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Kekompakan dan keterpaduan antara Pemerintah Nagari dengan masyarakat menjadi kunci utama dalam menunjang perkembangan Nagari. Inilah yang dilakukan oleh perangkat Nagari bersama anak Nagari Sungai Gimba Ulakan, bersinergi dan seayun selangkah dalam setiap gerak pembangunan demi kemajuan Nagari.

Masyarakat beserta niniak mamak Nagari Sungai Gimba Ulakan, sangat mendukung penuh segala bentuk kegiatan yang dicanangkan oleh Pemerintah Nagari.
Seperti dalam penyediaan lahan untuk pembangunan kantor unit usaha BUMNag Sungai Gimba Maju Sejahtera. Dimana masyarakat bersedia menyediakan lahan untuk lokasi pembangunan kantor BUMnag tersebut.

Meskipun baru didirikan pada tanggal 17 September 2018 dan penyertaan modal bisa direalisasikan pada tanggal 15 Februari 2019, BUMNag Sungai Gimba Maju Sejahtera telah berkembang dengan memiliki tiga unit usaha. Yaitu berupa Penyediaan Jasa sarana olahraga yang dilengkapi dengan gedung serba guna, Distributor gas elpiji dan Penyediaan barang-barang kebutuhan rumah tangga.

BUMNag Sungai Gimba Maju Sejahtera ini, merupakan satu-satunya BUMNag di Kabupaten Padang Pariaman yang menjadi objek kunjungan study tiru oleh Kabupaten lain di Sumatera Barat. Antara lain, BUMNag ini pernah dikunjungi oleh Pemerintah Nagari Talang Anau Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dalam kunjungan Study tiru tersebut, Pemerintah Nagari Talang Anau Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota terkesan dengan proses kepengurusan lahan yang cenderung mudah. Seperti lahan yang digunakan untuk pembangunan kantor unit usaha BUMNag Sungai Gimba Maju Sejahtera.

Pada saat ditemui di kantornya, Wali Nagari Sungai Gimba mengatakan kemudahan dalam kepengurusan lahan ini atas dukungan dan dorongan dari masyarakat yang juga menginginkan BUMNag didirikan di Nagari Sungai Gimba ini. Masyarakat nagari ini menganggap bahwa dengan adanya BUMNag ini, akan dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mendapatkan barang yang diinginkan dan dalam harga yang terjangksu. Seperti kebutuhan gas elpiji dan kebutuhan barang harian lainnya.

Tidak hanya fokus dalam mengelola pemenuhan barang harian saja, BUMNag Sungai Gimba Maju Sejahtera juga menyediakan fasilitas jasa olahraga yang dilengkapi dengan gedung serbaguna. Gedung berkapasitas 500 orang yang dikelola langsung oleh BUMNag ini, dapat digunakan oleh masyarakat untuk penyelenggaraan pesta, pertemuan dan kegiatan olahraga serta berbagai ivent lainnya.

“Gedung serbaguna yang dimiliki oleh Nagari Sungai Gimba ini, bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini sebagai tempat penyelenggaraan pertemuan, pesta dan kegiatan olahraga. Tidak hanya masyarakat Sungai gimba, gedung serbaguna ini juga sering digunakan oleh masyarakat di nagari tetangga dan sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Ulakan Tapakis sebagai tempat belajar pada waktu pelajaran olahraga”. Terang Wali Nagari Sungai Gimba ini.

Pria kelahiran Sikabu tanggal 12 Juni 1981 ini juga menambahkan, bahwa dengan seringnya gedung serba guna ini digunakan sebagai tempat berolahraga yang pengoperasiannya bisa siang dan malam. Otomatis dengan pemanfaatan jasa sewa gedung ini, akan dapat menambah pendapatan bagi BUMNag Sungai Gimba Maju Sejahtera sebagai pengelolanya.

Pada saat ini, BUMNag Sungai Gimba maju sejahtera tengah menyiapkan penambahan dua unit usaha. Pertama unit usaha kios pupuk dan yang kedua unit usaha toko bangunan, yang diperkirakan akan mulai beroperasi pada akhir tahun ini.

“Tujuan membentuk BUMNag Sungai Gimba Maju Sejahtera ini adalah, untuk memberdayakan masyarakat serta menciptakan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat”. Ujar wali nagari yang akrab dipanggil wali Ir ini.

Ketika dua unit usaha yang ditambahkan itu telah beroperasi, maka sasaran utamanya adalah untuk membuka lapangan pekerjaan. Hasil dari pengelolaan BUMNag ini nantinya akan disisihkan sebesar 10 persen untuk membantu para lansia di Nagari Sungai Gimba yang ditetukan karakteristiknya.”Ujar Suami dari Rosilawati ini.

Dalam menjalani sebuah usaha, tidak terlepas dari tantangan yang harus dihadapi. Hal ini, juga sangat dirasakan oleh pengurus BUMNag Sungai Gimba Maju Sejahtera. Tantangan yang dihadapi BUMNag dalam pengembangan usaha, memang cukup rumit. Salah satu adalah sempitnya ruang gerak dalam menarik konsumen, disebabkan posisi BUMNag Sungai Gimba Maju Sejahtera ini dekat dengan pasar Kampuang Gelapung yang merupakan pusat jual beli paling ramai di kecamatan Ulakan Tapakis.

Sehingga, terkadang sulit juga untuk memasarkan produk yang dijual. Karena sebagian besar masyarakat cenderung lebih suka berbelanja ke pasar. Hal ini diungkapkan oleh ketua BUMNag Sungai Gimba Maju Sejatera, Donny Jama Donal, S.Tp. saat ditemui di markas BUMNagnya.

“Dana awal yang dikucurkan dari Dana Desa untuk penyertaan modal BUMNag ini sebesar 170 juta rupiah, dimana saat ini jumlah pendapatan BUMNag ini sudah mencapai 5-6 juta rupiah per bulan. Keuntungan bersih dari pendapatan ini, nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat sekitar 10 persen”. Ujarnya didampingi oleh bendahara BUMNag Sungai Gimba Sejahtera.

Dalam kesempatan itu, Wali Nagari yang yang membawahi lima korong ini juga menjelaskan rencana lainnya.
Kami tengah mempersiapkan sebuah destinasi wisata, yang diberi nama museum “Syekh Madina”. Beliau adalah guru dari Syekh Burhanuddin ulama besar dan kharismatik yang berasal dari Ulakan.

Dimana nantinya, diharapkan nama Syekh Madina ini akan semakin dikenal dan dapat menjadi salah satu daerah tujuan wisata budaya di Kabupaten Padang Pariaman.

“Pada saat ini, tahap pembangunan museum tengah menunggu pendanaan dari Kabupaten. Karena pembangunan ini tidak dapat berjalan maksimal, jika hanya mengandalkan dari dana nagari saja.
Mudah mudahan perusahaan BUMN dan BUMD yang ada di Sumatera Barat ini, mau mengalokasikan dana CSR untuk membantu pembangunan destinasi wisata budaya ini”. Ujar Irman menutup pembicaraan. (AS)

(Zaherman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here