KOPO-6, Inovasi Adsorben Buatan Mahasiswa UM

0
39

Mahasiswa sebagai agen perubahan, tak henti-hentinya berinovasi. Didasari atas keprihatinan terhadap kondisi sungai yang acapkali mengandung limbah sisa perindustrian. Limbah tersebut ternyata mengandung logam yang berbahaya.

Salah satunya adalah logam Cr (VI) yang sering dijumpai pada sungai yang dekat dengan industri tak hanya tekstil ataupun batik, namun juga penyamakan kulit, electroplating dsb. Logam ini bersifat karsinogenik dan sangat berbahaya bagi tubuh.

Tiga mahasiswa ini yaitu Lailatul Ilmiyah, Yuni Auliana Putri dan Yuastutik yang sedang menempuh pendidikan di Jurusan Kimia UM, mencoba memanfaatkan lumpur tersebut menjadi adsorben atau penyerap logam berbahaya di air yang diberi nama [KOPO-6].
Adsorben ini menggunakan bahan sisa pengolahan panas bumi menjadi energi listrik.

Bahan sisa yang berupa lumpur geotermal kami manfaatkan karena jumlahnya yang sangat berlimpah. Bahkan, mencapai 165 ton setiap bulannya. Namun, lumpur geothermal ini belum diolah dengan maksimal.

Dibawah bimbingan Bapak Dr. Sumari, M.Si selaku Dosen Kimia FMIPA UM, mahasiswa ini tengah membuat adsorben berupa zeolit yang dimodifikasi dengan penambahan nanopartikel magnetik dan kitosan untuk memaksimalkan proses penyerapan logam.

Hasil pengukuran menggunakan AAS terbukti bahwa adsorben [KOPO-6] berhasil menyerap Krom (VI) sebesar 70,8 % dalam waktu 2 jam.

“kami berharap adsorben [KOPO-6] ini akan menjadi solusi alternatif dalam menyelesaikan permasalahan limbah di sungai” tambah Lailatul Ilmiyah selaku ketua tim ini.

Tim PKM ini berhasil lolos PIMNAS yang akan diadakan di Universitas Udayana akhir Agustus 2019. Tim ini juga optimis untuk terus mengembangkan penelitiannya dalam membuat adsorben yang mampu menyerap logam berbahaya seperti logam Cr (VI).

sumber:Yuni Auliana Putri Mahasiswa UM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here