Surabaya–ZonadinamikaNews.com.Memasuki hari ke tiga pelaksanaan pameran Kampoeng Kreasi 2019 di Royal Plaza, Surabaya. Antusiasme pengunjung terus meningkat dari hari pembukaan yaitu tanggal 25 April lalu. Dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, pameran Kampoeng Kreasi tergelar meriah. Tergelarnya pameran ini, diharapkan sangat berkembang baik pada perkembangan Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat (PUEM).

Menghadirkan berbagai produk unggulan khas dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, Kampoeng Kreasi 2019 juga menyuguhkan berbagai program acara menarik yang siap dinikmati dan diikuti pengunjung mulai dari talkshow, workshop dan hiburan. Program – program acara ini juga diharapkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai perkembangan perekonomian Indonesia khususnya mengenai bidang kewirausahaan.

Bedah Buku “Kewirausahaan di Era Revolusi Industri 4.0”
Pembahasan cukup menarik mengenai perkembangan kewirausahaan di era digitalisasi saat ini juga menjadi topik bahasan pada acara Bedah Buku “Kewirausahaan di Era Revolusi Industri 4.0” yang ditulis oleh salah satu Dosen Perguruan Tinggi di Surabaya, Dr. Tri Siwi Agustina S.E., M.Si. Pembahasan ini merujuk pada perbincangan mengenai berbagai peluang bisnis apa saja yang bisa dikembangkan oleh masyarakat pada era saat ini.

Salah satu kutipan menarik yang ditulis langsung oleh narasumber menyebutkan “Gelombang Revolusi Industri 4.0 merupakan tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat Indonesia, karena pada tahun 2020 – 2030, Indonesia diprediksi mengalami Bonus demografi yang ditandai dengan jumlah usia produktif mencapai puncaknya, oleh karena itu Kewirausahaan merupakan solusi paling tepat untuk mengatasi problematika tersebut”.

Perubahan – perubahan  yang terjadi diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai peluang bisnis yang tepat untuk memulai kewirausahaan. Dan dengan adanya acara talkshow ini diharapkan juga dapat menumbuhkan motivasi masyarakat untuk dapat berkreasi dan berinovasi di dunia kewirausahaan.
 
Talkshow “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat” 
Selain bedah buku, terdapat pembahasan menarik mengenai pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diisi oleh Prof. Dr. Muhammad Zaki M.Si dari Ponpes Mukmin Mandiri dan Bapak Agus Sudrikamto, SH. selaku direktur Bumdesa Bersama Singosari. Pada kesempatan ini, para narasumber menjelaskan mengenai tentang pemberdayaan kewirausahaan masyarakat menurut sudut pandang  masing-masing.

Ponpes Mukmin Mandiri sebagai salah satu pondok pesantren yang memiliki program pelatihan entrepreneurship yaitu pelatihan kewirausahaan yang berbasis agrobisnis dan agroindustry. Produk – produk yang dipasarkan ke pasar domestic hingga ekspor. Hal ini cukup menarik untuk menularkan berbagai motivasi pada lembaga pondok pesantren dan sekolah lain untuk terus meningkatkan program pelatihan entrepreneurship pada murid sejak dini.

Dari segi Bumdesa, pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya di desa juga diperlukan perhatian khusus. Program One Village – One Product merupakan tujuan utama tercapainya desa yang swasembada dan mampu mengembangkan berbagai potensi desa yang ada. Bumdesa Bersama Singosari merupakan salah satu contoh bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat yang memiliki berbagai produk unggulan yang mampu menembus pasar domestik hingga ekspor.

Dengan berbagai program yang telah digelar pada serangakaian acara Kampoeng Kreasi 2019 ini diharapkan masyarakat dapat termotivasi dan tertarik mengembangkan peluang yang ada untuk terus berkreasi dan berinovasi.  (BS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here