Puslitbang adakan Kolokium Jalan dan Jembatan ke-9 2015

0
578

jembatan pusajatanBANDUNG,Zonadinamika.com. Puslitbang Jalan dan Jembatan kembali mengadakan Kolokium Jalan dan Jembatan ke-9 Kamis 30 April 2015 di Bandung dengan dihadiri kurang lebih 250 peserta yang berasal dari Pemerintah Daerah, Akademisi, Swasta dan lingkungan Kementerian PU.

Kolokium dibuka oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Waskito Pandu yang pada kesempatan tersebut membacakan Sambutan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang mengulas mengenai urgensinya penguatan konektivitas nasional untuk meningkatkan aksesibilitas dari pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dalam rangka pemerataan pembangunan serta pemenuhan pelayanan dasar.

Lebih lanjut menurut Waskito Pandu, dengan penyelenggaraan Kolokium ini diharapkan dapat diperoleh informasi mengenai inovasi teknologi yang tepat guna untuk mendukung pembangunan dan pengembangan jalan dan jembatan di seluruh wilayah Indonesia yang dapat mendukung konektivitas dan ketahanan pangan dan adanya masukan mengenai aplikasi teknologi hasil litbang untuk pembangunan dan pengembangan infrastruktur jalan dan jembatan.

Pembicara kunci dari Ditjen Bina Marga Yusid Toyib, menegaskan bahwa Bina Marga telah menetapkan kebijakan sebagai dukungan terhadap konektivitas nasional dengan berupaya mewujudkan seamless transportation berupa pengembangan jaringan jalan, manajemen jaringan jalan dan dukungan penyelenggaraan jalan sub nasional.

Sebagai penutup yusid menuturkan  urgensinya inovasi teknologi khususnya jalan dan jembatan agar diperoleh penanganan tepat pada permasalahan yang terjadi pada infrastruktur jalan dan jembatan agar ke depannya dapat memperkuat konektivitas nasional sesuai dengan dengan yang Renstra  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2015-2019.

Hadir membacakan Keynote Speech Dirjen Perhubungan Darat pada kesempatan tersebut, Direktur LLAJ Eddi yang mengulas mengenai pentingnya inovasi teknologi jalan dan jembatan untuk memberikan kontribusi yang nyata pada penguatan konektivitas nasional dalam mencapai ketahanan pangan dan keseimbangan pembangunan.

Ikhwan Hakim, Kasubdit Transportasi Darat Bappenas pada kesempatan itu juga mengemukakan mengenai tantangan dan kebutuhan inovasi keselamatan jalan yaitu tantangan untuk pengembangan infrastruktur jalan yang berkeselamatan (forgiving road) dan diperlukannya inovasi dalam desain dan kontruksi infrastruktur jalan agar mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Dalam rangka mendukung Kolokium Jalan dan Jembatan 2015, diadakan pula pameran yang menampilkan riset unggulan Puslitbang Jalan dan Jembatan dan juga mitra swasta yang bertujuan untuk menyampaikan informasi hasil litbang kepada para stakeholders maupun masyarakat lainnya melalui peserta kolokium. (bud)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here