Oknum Polsek Percut Sei Tuan Deliserdang, Saksi Mengaku di Paksa Agar Ngaku Pelaku Pembunuh

0
380

Medan-ZonadinamikaNews.com –
Sarpan yang dijadikan saksi di Polsek Percut Sei Tuan atas kasus pembunuhan, mendapatkan perlakuan tidak terpuji olek oknum Polisi, saat diminta keterangan kenapa sampai wajah dan leher bengkak dan lebam, habis dapat pukulan di polsek.

Sarpan yang dibebaskan dari polsek pada tanggal 6/7/2020 karena warga tak Terima keluarganya yang semula dari saksi dan sehat di bawa ke kantor polisi mau di jadikan tersangka dan istri korban.

Istri korban melihat suaminya sudah bengkak semua wajahnya yang akhirnya berbuntut terjadinya aksi demo di depan polsek percut sei tuan.

Demikian peristiwa yang dialami Sapan dan mengaku mendapatkan perlakuan tidak adil saat di periksa sebagai saksi.

Dari pengakuan sarpan di rumahnya waktu di kunjungi dan diminta keterangan mengatakan

“Saya dipaksa untuk mengakui bahwa saya yang melakukan pembunuhan, tetapi saya tidak mau sampai matipun saya tak akan mengakui karena saya tak ada melakukan , karena saya tak mau mengakui akhirnya saya di pukuli dan wajah saya di lakban dan saya tidak bisa lihat dan leher saya di setrum saya di siksa di dalam pak ungkapnya.

Saya bermohon agar kiranya Kapolri dapat menindak tegas anggotanya jangan menindas dan memaksa kami yang kecil ini mengakui perbuatan yang tidak kami lakukan saya dan keluarga minta keadilan dan bila kiranya bermohon ke presiden pun saya minta agar kami di beri keadilan. Harap Sarpan.

Sarpan yang jadi saksi Pembunuhan yang dilakukan oleh A(27th), di Jln. Sidomulyo G. Gelatik Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, dengan cara mencangkul kepala korbannya, Dodi Somanto(41th) pada saat bekerja di rumahnya. kejadian pembunuhan Tangal 02/07/2020

Menurut keluarga sudah 5 hari saksi belum kembali sejak kejadian pembunuhan tersebut.Hal ini memicu pihak keluarga dan warga sekitar seratusan orang datang berunjuk rasa di depan Polsek Percut Sei Tuan, Senin sore,(06/07/2020), sembari membawa poster, karena merasa ketidak- adilan yang dialami oleh pihak keluarga saksi.

Pihak keluarga dan warga merasa keberatan, selain juga mendengar saksi tersebut, mengalami lebam akibat  pemukulan dan Juga dipaksa, agar mengakui bahwa dia yang melakukan pembunuhan.

Padahal sudah jelas yang melakukan si A anaknya pemilik rumah yang kami kerjakan , kami kerja disana bertukang dan lagi mlester rumah bu lomo bersama korban dan dia kernek saya. (JM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here