Gunungsitoli. ZonadinamikaNews. com. DPC GWI Kepulauan Nias surati Kapolri terkait SKCK Herman Jaya Harefa yang diduga melanggar ketentuan hukum.

Sebelum gelar perkara kasus SKCK a/n.Herman Jaya Harefa,Ketua DPC GWI Kepulauan Nias, Lo’ozaro Zebua telah dilaporkan kasus dimaksud kepada Kapolri, kemenhukum dan Ham,staf Presiden bidang pengawasan dan kepada Kapoldasu, melalui surat tertanggal 13/07/2019, dan surat tersebut sudah sampai ke tempat tujuan.

Saat dikonfirmasi melalui whatsApp, lo’ozaro zebua (pelapor) menjelaskan bahwa Pada acara gelar perkara yang dilaksanakan oleh polres nias pada hari senin tgl 15/07/2019, yang dipimpin langsung oleh Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan,SIk,MH, dan seluruh para kanit dipolres turut hadir.

Namun sayangnya pelapor dan terlapor tidak diikut sertakan oleh pihak polres nias dalam mengikuti gelar perkara tersebut sampai selesai. Padahal pelapor dan terlapor telah diundangkan dengan resmi. Dengan alasan ” gelar perkara tersebut merupakan Internal kepolisian, mereka melanjutkan gelar dengan bersifat rahasia. Sabtu 20/7/19.

Lebih lanjut Lo’o zebua, menuturkan bahwa Kasus ini dilaporkan sejak tgl 11/04/2019 dan tahapan klarifikasi permintaan keterangan saksi setelah itu gelar perkara sehingga ditingkatkan ke sidik atau penyidikan,dan menyurati kejaksaan tgl ,30/05/2019 memberitahukan bahwa kasus sudah tahap penyidikan dan calon tersangka masih dalam lidik.

Kalau seandainya benar isu yang beredar polres nias mau me sp3kan kasus tersebut, maka pelapor dan atau saksi pelapor akan meminta pihak kapolri supaya digelar perkara. tentunya alasan dimana ketentuan seseorang tersangka pada tahun 2009 atas laporan Bupati Nias terkait kasus pencemaran nama baik yang telah divonis tahun 2010. kemudian melanggar pasal 310 yang divonis tahun 2012. bila dijadikan alasan sudah lewat 5 (lima ) tahun maka kasus tidak dicatat pada skck tentu penyidik harus memberi bukti pemutihan itu akan dikomplin.

Masa berlaku SKCK memang ada batas waktunya, namun sebelum selesai masa berlaku telah dipergunakan pada waktu mendaftar di KPU kota Gunungsitoli, sehingga terlapor “herman jaya harefa” dinyatakan lolos sebagai calon legislatif periode 2019-2024.

Nah…. ternyata ada kasus ketidak terbukaan bahwa dirinya sudah dua kali menjadi tersangka Herman Jaya Harefa, hingga divonis perkara yang terjadi pasal 263/269 dan pasal 55.dan hal ini dapat di jadikan sebagai dasar hukum dalam memproses pelanggaran hukum dimaksud.

Bila perlu juga dicabut sehingga terjawab kebohongan, belum lagi kasus ijazah yang telah ditangani oleh Kompolnas dan telah menyurati kapoldasu agar menindak lanjuti kebohongan penyidik Polres Nias pada tim Kompolnas.”ungkapnya @soni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here