Nias-Zonadinamikanews.com.
Terkait kasus penganiayaan Ketua GNPKRI, Sonni Lahagu, SE (28), warga Desa Hiligodu Botomuzoi, Kecamatan Botomuzoi, Kabupaten Nias selaku korban penganiayaan merasa terancam, terkait diberikannya penangguhan penahanan kepada dua tersangka oleh Polres Nias, sementara pelaku lainya masih menghirup udara bebas.

Menurut penuturan Soni Lahagu kepada media saat ditemui di ruang kerjanya (16/7/19), dirinya merasa kecewa dan terancam akibat dilakukannya penangguhan penahanan kepada pelaku penganiayaan terhadap dirinya. Pihaknya akan memberikan surat keberatan atas penangguhan penahanan itu yang ditembuskan kepada Propam Polres Nias, Polda dan unsur terkait lainnya.

“Saya tidak terima sikap penyidik menangguhkan sipelaku pengereyokan terhadap diriku. Padahal sebelumnya mereka telah ditahan selama tiga belas hari,” tutur soni

Lebih lanjut soni menambahkan bahwa langkah pihak penyidik yang melakukan penangguhan jelas merugikan dirinya. Sebab, hal ini akan berefek besar bagi keselamatannya.

“Selaku korban tidak terima kalau pelaku ditangguhkan begitu saja, tanpa dilihat dari Keselamatan hidup saya. Hal ini membuktikan bahwa penyidik diduga melanggar hukum dengan membela pelaku kekerasan,” ujarnya.

Kanit I Sat Reskrim Polres Nias melalui Penyidik Pembantu, Bripka Iskandar A., SH saat dikonfirmasi diruang kerjanya, sebagaimana dikutip dari pemberitaan di beberapa media online senin (15/7/19), penyidik membenarkan penangguhan terhadap pelaku pengeroyokan tersebut. “Benar ditangguhkan. Semua ini kembali berdasarkan hak penyidik yang menangani perkara.

Terkait yang dua orang penangguhan penahanan dan tiga tersangka lainnya yang belum ditahan, Bripka Iskandar menyebutkan, bahwa penangguhan tersebut diajukan oleh Keluarga dan pengacaranya. “Penangguhan ini dilakukan atas perintah pimpinan,”

Selain itu juga Terkait dengan yang tiga orang lainya sedang dipanggil untuk dilakukan periksaan dan kita tunggu hingga sore ini. “Sabar ya. Kita sedang memanggil yang tiga lagi untuk dimintai keterangan. Jika nanti tidak datang sampai sore, akan kita tetapkan tersangka jadi DPO,”

Saat ditanya terkait korban merasa tidak nyaman dan terancam atas penangguhan yang diberikan kepada oknum Kepala Desa dan satu orang lainnya, Bripka Iskandar menyampaikan, jika bapak dan saksinya merasa terancam atas hal ini, silahkan melaporkan saja.

“Silahkan dilaporkan, jika merasa terancam,” tegas penyidik itu secara singkat.@red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here